MATARAM – Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menyelenggarakan Workshop Kesehatan Mental di Hotel Lombok Plaza Mataram, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 Wita ini merupakan bagian dari implementasi program SVRI Research Grant.
Acara tersebut terselenggara atas kerja sama antara Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, INSPIRASI NTB, dan KONSEPSI NTB. Sebanyak 45 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri atas pimpinan universitas, pimpinan Fakultas STEM, laboran, tenaga kependidikan, mahasiswa, fasilitator, serta tim penyelenggara.
Penguatan Literasi Psikologis dan Ekosistem Kampus Inklusif
Workshop ini bertujuan umum meningkatkan literasi, kapasitas, dan ketahanan psikologis para peneliti di lingkungan Fakultas STEM. Diharapkan, sivitas akademika mampu mengenali serta mengelola dinamika kesehatan mental secara mandiri, sekaligus mewujudkan ekosistem kampus yang inklusif, empatif, dan aman dari kekerasan.
Dalam laporan pembukaannya, Ketua Tim Peneliti SVRI Research Grant, Dr. Hully, M.Pd.I., mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental sejalan dengan tema kegiatan hari ini. Ia menuturkan bahwa manusia telah dianugerahi qolbu oleh Allah SWT untuk menerima petunjuk dan hidayah.
“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan wawasan, pengamanan, dan pemahaman komprehensif secara pikiran guna menghasilkan mental yang sehat,” ujarnya.
Akselerasi Hibah Riset dan Urgensi Kesehatan Mental
Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Wathan, Dr. H. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd., yang hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya komitmen dalam pengelolaan hibah institusi. Ia berpesan agar seluruh pihak tidak abai terhadap prioritas dalam kontrak kerja sama dengan lembaga mitra.
“Proses untuk mendapatkan kerja sama dan hibah ini harus diakselerasi dan dikawal supaya tidak ada kekecewaan. Apabila membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan pihak lain, maka lakukan itu sesuai tema riset kita supaya tidak offside,” tegas Dr. Lalu Sirajul Hadi.
Selain itu, ia menilai materi workshop ini sangat menarik dan relevan untuk proses akademik, mengingat isu kesehatan mental dapat dialami oleh semua kalangan usia, mulai dari usia muda, dewasa, hingga lanjut usia, sehingga memerlukan penanganan yang tepat.

Tantangan Kesehatan Mental Modern dan Minimnya Penelitian
Sesi inti workshop menghadirkan narasumber kompeten di bidang psikologi, Pujiarohman, S.Psi., M.Psi., sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menyoroti fenomena di mana pasien sering kali datang berobat ketika kondisi psikologisnya sudah memburuk akibat terlalu lama menahan emosi dan hanya fokus pada kesehatan fisik semata.
Pujiarohman juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan psikologis generasi muda saat ini, termasuk maraknya gangguan emosi pada anak akibat pengaruh gawai (gadget) yang memicu sikap melawan orang tua. Tak hanya itu, ia menyoroti fenomena remaja yang melakukan cutting atau menyayat pergelangan tangan untuk mendapatkan kelegaan semu, hingga meningkatnya kasus bunuh diri akibat masalah yang kerap dianggap sepele oleh orang lain.
Isu lain yang turut dibahas meliputi dampak stres pada ibu hamil terhadap kesehatan anak pascakelahiran, serta minimnya riset mengenai kesehatan mental di Indonesia.
“Inisiatif program STEPS (Strengthening Transformative Education through Participatory Safeguarding) yang dilaksanakan oleh UNW Mataram melalui hibah ini merupakan langkah strategis yang sangat baik untuk menjawab berbagai PR besar di tengah masyarakat.” Pungkasnya.
Penulis : Yunita, S.H.
Editor : Redaksi Narasio






