Statistika Unram Kembangkan Board Games untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Peneliti Bidang Ilmu (KPBI) Biostatistika Program Studi Statistika Universitas Mataram dalam “Penguatan Literasi Digital dan Keterampilan Abad ke-21 untuk Siswa dan Guru SD melalui Pembelajaran Unplugged Berbasis Board Games”, pada Rabu (12/8). Foto: Dok. Istimewa

i

Kelompok Peneliti Bidang Ilmu (KPBI) Biostatistika Program Studi Statistika Universitas Mataram dalam “Penguatan Literasi Digital dan Keterampilan Abad ke-21 untuk Siswa dan Guru SD melalui Pembelajaran Unplugged Berbasis Board Games”, pada Rabu (12/8). Foto: Dok. Istimewa

Mataram – Pembelajaran sekolah dasar tidak selalu melalui buku, papan tulis, atau perangkat digital. Di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Kelompok Peneliti Bidang Ilmu (KPBI) Biostatistika Program Studi Statistika Universitas Mataram mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan untuk membantu siswa mengenal numerasi sekaligus mengasah keterampilan berpikir dan belajar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Literasi Digital dan Keterampilan Abad ke-21 untuk Siswa dan Guru Sekolah Dasar (SD) melalui Pembelajaran Unplugged Berbasis Board Games”, yang didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Nasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram).

Ketua Pengabdian, Zulhan Widya Baskara, M.Si, mengukapkan, program dilaksanakan pada tanggal 6, 12 dan 20 Agustus 2026 di Desa Jembatan Kembar dan Lembar Selatan, yaitu di SDN 5 Lembar Selatan, SDN 1 Jembatan Kembar, dan SDN 2 Jembatan Kembar.

“Program ini dikembangkan melalui kolaborasi KPBI Biostatistika Program Studi Statistika Unram, Program Studi Farmasi Unram, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIP Unesa), serta dukungan dua kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Mataram (KKN Unram) di Desa Jembatan Kembar”, ungkap Zulhan pada Kamis (20/8).

Menurutnya, pendekatan unplugged menjadi salah satu pendekatan utama dalam kegiatan ini. Siswa diperkenalkan pada cara berpikir yang mendukung literasi digital dan computational thinking melalui aktivitas langsung, tanpa bergantung pada komputer maupun gawai.

Board Games yang dekat dengan kehidupan anak

Zulhan menyampaikan bahwa Media pembelajaran dikembangkan dalam berbagai bentuk, antara lain flash cards, truth or dare, ular tangga, dan buku mewarnai tematik. Tidak sekadar menggunakan permainan yang sudah dikenal, materi dan visualnya disusun dengan mempertimbangkan konteks kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

“Kontekstualisasi ini membuat konsep pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa. Melalui permainan, anak diajak mengenal angka dan pola, mengikuti aturan, membuat keputusan, menyusun strategi, serta memecahkan masalah”, katanya.

Lebih lanjut, ia meyampaikan bahwa, siswa belajar menunggu giliran, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyampaikan cara berpikir kepada teman. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses membangun fondasi numerasi sekaligus keterampilan abad ke-21 sejak jenjang pendidikan dasar.

Statistika Unram Kembangkan Board Games Kontekstual untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD
Statistika Unram Kembangkan Board Games Kontekstual untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD di Lembar Selatan, Kamis (20/8). Foto: Dok. Istimewa

Belajar unplugged, mengembangkan keterampilan abad ke-21

Dina Eka Putri, M.Si, anggota Pengabdian menyampaikan, meskipun menggunakan media sederhana, pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kemampuan yang lebih luas. Siswa dilatih berpikir sistematis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menemukan solusi melalui aktivitas permainan.

“Pendekatan unplugged juga memperkenalkan aspek penting dari literasi digital tanpa menjadikan penggunaan teknologi sebagai prasyarat. Anak dapat belajar mengenali pola, mengikuti instruksi, memahami aturan, dan menyusun langkah secara sistematis—kemampuan yang mendukung computational thinking”, bebernya.

Ia menekankankan, literasi digital tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga sebagai kemampuan berpikir dan menyelesaikan persoalan secara terstruktur.

Menurutnya, pendekatan tersebut mendapat respons positif dari guru sekolah mitra. Media permainan dinilai memberikan alternatif pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan serta sesuai dengan karakteristik siswa pada Fase A Kurikulum Merdeka.

Kepala Sekolah SDN 5 Lembar Selatan, Nurudin, S.Pd.I turut memberikan apresiasi atas kolaborasi lembaga dalam penguatan literasi digital dan keterampilan siswa SD, terlebih memilih sekolah untuk melakukan kegiatan. Ia berharap metode ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan setelah kegiatan pengabdian telah selesai.

“Guru mendapatkan penguatan penggunaan media dan cara mengintegrasikannya pada pembelajaran. Hal ini diharapkan memungkinkan board games terus digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan siswa setelah kegiatan pengabdian selesai”, ungkapnya.

Kolaborasi lintas bidang

Jihadil Qudsi, M.Si, sebagai salah satu anggota Tim Pengabdian menguraikan bahwa, program ini mempertemukan kompetensi dari beberapa bidang keilmuan. KPBI Biostatistika Program Studi Statistika Unram berkontribusi dalam pengembangan ide, learning tools, dan konsep implementasi pembelajaran. Program Studi Farmasi Unram memperkuat aspek edukasi kesehatan dan FISIP Unesa turut berkontribusi dalam pengembangan ide dan konsep implementasi program.

“Aspek kesehatan diintegrasikan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, termasuk praktik cuci tangan yang benar dan pengenalan perilaku hidup bersih dan sehat”, tegasnya.

Disamping keterlibatan para dosen, ia menekankan peran penting mahasiswa KKN Unram sebagai fasilitator dan pendamping. Selain itu turut membantu menciptakan interaksi yang lebih dekat dengan siswa serta mendukung guru untuk pelaksanaan aktivitas pembelajaran.

“Melalui program ini, perguruan tinggi berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak bergantung pada teknologi, tetapi mampu mengembangkan numerasi, literasi digital, computational thinking, serta keterampilan abad ke-21″, pungkasnya.

Statistika Unram Kembangkan Board Games Kontekstual untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD
Ketua Pengabdian, Zulhan Widya Baskara, M.Si pada kesempatan “Penguatan Literasi Digital dan Keterampilan Abad ke-21 untuk Siswa dan Guru SD melalui Pembelajaran Unplugged Berbasis Board Games”, Kamis (20/8). Foto: Dok. Istimewa
Statistika Unram Kembangkan Board Games Kontekstual untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD
Kelompok Peneliti Bidang Ilmu (KPBI) Biostatistika Program Studi Statistika Universitas Mataram pada Rabu (12/8). Foto: Dok. Istimewa

Penulis : Yunita, S.H.

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Dr. Muhaimin: Kurikulum Hukum S1 Harus Reduksi Mata Kuliah Umum, Perkuat Keterampilan Praktis dan Integritas
UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM
Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal
Riwayat Hidup dan Perjalanan Akademik Prof. Rodliyah, Guru Besar Hukum Pidana Unram
Jawab Tantangan Dunia Kerja, PERADI SAI dan FHISIP Unram Dorong Mata Kuliah Advokat Masuk Jenjang S1
Pidato Paripurna Prof. Rodliyah: Hukum Pidana dan Perlindungan Perempuan
Konstruksi Sosial Batasi Peran Perempuan dan Laki-Laki, Perlu Pengasuhan Berbasis Gender dan Kearifan Lokal
Polemik Putusan Bebas dalam KUHAP Baru: JPU Bisa Banding atau Tidak?

Lanjutan Narasi

Selasa, 1 September 2026 - 08:30 WITA

Dr. Muhaimin: Kurikulum Hukum S1 Harus Reduksi Mata Kuliah Umum, Perkuat Keterampilan Praktis dan Integritas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:21 WITA

UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:45 WITA

Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:41 WITA

Riwayat Hidup dan Perjalanan Akademik Prof. Rodliyah, Guru Besar Hukum Pidana Unram

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Pidato Paripurna Prof. Rodliyah: Hukum Pidana dan Perlindungan Perempuan

Lensa Hari Ini

Pekerja Rumah Tangga Wajib Dilindungi, Bagaimana Ketentuannya?. Foto: Ilustrasi Gemini AI

Komentar

Pekerja Rumah Tangga Wajib Dilindungi, Bagaimana Ketentuannya?

Senin, 31 Agu 2026 - 19:29 WITA