MATARAM — Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman tradisional Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam, memicu perhatian serius dari berbagai pihak. Musibah yang menghanguskan 129 rumah dan berdampak pada 320 warga ini tidak hanya menghancurkan bangunan fisik, tetapi juga mengancam kelangsungan ekosistem sosial-ekonomi daerah.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., menekankan bahwa penanganan pasca kebakaran harus menyentuh akar kehidupan adat dan pemulihan ekonomi warga dan kawasan sekitar.
“Paling penting dari semua upaya saat ini adalah memastikan perlindungan korban, mulai dari keberlanjutan pendidikan, pemenuhan kebutuhan sosial, pemulihan aspek ekonomi hingga menjaga sejarah,” ujar Evi melalui wawancara daring pada Jumat (28/8/2026).
Dampak Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai ikon budaya Suku Sasak yang dihuni sekitar 700 warga dalam satu garis keturunan. Arsitektur rumah adat berbahan atap jerami, dinding anyaman bambu, dan lantai campuran kotoran kerbau serta abu jerami menjadi daya tarik utama wisatawan.
Terbakarnya mayoritas permukiman dari area tugu hingga bagian atas dekat masjid menyebabkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut terhenti total. Evi, yang terbilang sering berkunjung dan berinteraksi dengan masyarakat di wilayah lingkar desa adat tersebut, menyoroti bahwa dampak musibah ini tidak terbatas pada warga dusun setempat.
“Kita harus menghitung dampak dan mencari solusi atas terputusnya gerak ekonomi lokal. Desa Sade bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sebuah memori tentang kehidupan, sejarah yang menjadi destinasi wisata tempat berputarnya ekosistem ekonomi dan sosial yang saling terhubung dengan jejaring ekonomi daerah,” jelasnya.
Komitmen Pengawasan dan Rencana Kunjungan Lapangan
Meski berbagai bantuan dari instansi pemerintah, lembaga negara, hingga tokoh publik terus mengalir ke lokasi bencana, Evi menegaskan pentingnya konsistensi dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sebagai bentuk dukungan moral dan pengawasan langsung sesuai dengan tugas serta kewenangannya, Senator asal NTB ini dijadwalkan turun ke lokasi. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara mendalam kondisi penanganan di lapangan sekaligus memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak serta pemerintah desa setempat.
Penulis : Alyssa Rizkia Haris
Editor : Redaksi Narasio






