KKN-PMD Unram Jenggik Utara Gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak hingga Radikalisme di SMPN 2 Montong Gading

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KKN-PMD Unram Desa Jenggik Utara gandeng GenRe Lombok Timur dan Gentara gelar sosialisasi dengan tema: “Jadilah Generasi Emas: Tolak Nikah Dini, Lawan Radikalisme, Raih Masa Depan!”,, Selasa (21/7/2026). Foto : Dok. Istimewa

i

KKN-PMD Unram Desa Jenggik Utara gandeng GenRe Lombok Timur dan Gentara gelar sosialisasi dengan tema: “Jadilah Generasi Emas: Tolak Nikah Dini, Lawan Radikalisme, Raih Masa Depan!”,, Selasa (21/7/2026). Foto : Dok. Istimewa

MATARAM— Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Jenggik Utara berkolaborasi dengan Duta Generasi Berencana  (GenRe) Lombok Timur bersama Generasi Anti Terorisme dan Radikalisme (Gentara) menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak, Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di SMPN 2 Montong Gading, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini sebagai wujud tridharma perguruan tinggi yang di damping oleh Prof. Dr. Ir. L. Sukardi, M.Si.

Mengangkat tema kegiatan “Jadilah Generasi Emas: Tolak Nikah Dini, Lawan Radikalisme, Raih Masa Depan!”, acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa dalam mengedukasi generasi muda dengan dihadiri oleh Siswa-Siswi kelas IX SMPN 2 Montong Gading.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Montong Gading Bidang Humas, Mahrip S.Pd., mengapresiasi inisiatif dan kepedulian mahasiswa KKN-PMD Unram. Menurutnya, pemaparan materi mengenai pencegahan pernikahan anak, radikalisasi, kekerasan anak, hingga literasi digital merupakan bekal krusial bagi peserta didik di era digital saat ini. dan

“Sinergi dan silaturahmi ini sangat penting demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan ramah anak. Kami berharap siswa-siswi semakin bijak berinternet, terhindar dari pergaulan negatif, serta berani menolak perundungan dan radikalisme,” ujar Mahrip.

TRIAD GenRe dan Ancaman Pernikahan Usia Anak

Duta GENRE Lombok Timur, Rohadi, memaparkan materi seputar Program Generasi Berencana (GenRe) dari BKKBN. Ia menekankan bahwa kelompok remaja usia 10–24 tahun berada pada masa transisi yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, pergaulan, dan media sosial. Kualitas remaja hari ini menjadi penentu utama dalam menyongsong Bonus Demografi 2030–2045.

Rohadi menjelaskan tiga risiko utama yang mengancam masa depan remaja (TRIAD GenRe), yaitu Pernikahan Usia Anak, Seks Bebas, dan Penyalahgunaan NAPZA. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, pernikahan anak adalah pernikahan di bawah usia 19 tahun, di mana Indonesia masih masuk dalam 10 negara dengan angka pernikahan anak tertinggi di dunia.

Faktor pemicu pernikahan dini meliputi kondisi ekonomi, budaya/adat, pergaulan bebas, rendahnya pendidikan kesehatan reproduksi, hingga perjodohan orang tua.

“Dampaknya sangat multidimensi. Dari sisi kesehatan memicu risiko kematian ibu dan bayi, anemia, serta BBLR. Dari sisi psikologis memicu KDRT, sementara dari sisi sosial-ekonomi menyebabkan putus sekolah dan melanggengkan siklus kemiskinan antar-generasi,” jelas Rohadi.

Selain pernikahan dini, Rohadi juga menyoroti bahaya seks bebas yang berisiko memicu Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) serta Penyakit Menular Seksual (PMS/HIV), serta ancaman penyalahgunaan NAPZA yang merusak organ tubuh dan masa depan remaja. Ia mengajak remaja aktif menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) melalui PIK Remaja.

Literasi Digital dan Pencegahan Radikalisme serta Terorisme Anak

Perwakilan Gentara, Hasniwati Hukmi, membawakan materi bertajuk “Mencegah Radikalisasi dan Kekerasan Anak: Panduan Literasi Digital & Keamanan Diri untuk Pelajar”. Ia mengingatkan deretan sejarah aksi terorisme di Indonesia dan memaparkan bahaya fenomena Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Hasniwati mengungkapkan tren baru di mana kelompok teroris mulai menyasar pemuda dan anak-anak sebagai target rekrutmen utama. Anak-anak dinilai rentan karena emosi yang masih labil, sedang mencari jati diri, serta memiliki literasi digital yang rendah.

“Data menunjukkan ada 110 anak yang terpapar jaringan radikal-teror dan 70 anak terpapar ideologi kekerasan True Crime Community (TCC). Modusnya dilakukan lewat Child Grooming Digital di media sosial, grup WhatsApp, hingga platform game online seperti Roblox,” ungkap Hasniwati.

Ia menegaskan bahwa perundungan (bullying) di sekolah menjadi salah satu pintu masuk utama kelompok radikal untuk merekrut korban yang sedang mengalami depresi atau rasa dendam.

Dorong Pola Hidup Sehat Bermedsos

Sebagai langkah perlindungan diri, para siswa diajak untuk menerapkan tindakan Block & Report pada konten mencurigakan, menyimpan bukti percakapan (screenshot), serta berani melapor (Speak Up) kepada orang dewasa atau guru.

Hasniwati juga mengimbau siswa untuk membatasi waktu penggunaan gawai (screen time), aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta mematuhi regulasi seperti Permendikdasmen RI No. 6 Tahun 2026 dan Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026. Bagi siswa yang menemukan atau mengalami ancaman kekerasan, layanan pengaduan dapat diakses melalui Call Center WA Online SAPA 129 (0811-1129-129) dari Kementerian PPPA.

Sesi edukasi yang berlangsung hangat dan interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab dengan Siswa-siswi yang hadir serta seruan jargon bersama, “Jadilah Generasi Emas: Tolak Nikah Dini, Lawan Radikalisme, Raih Masa Depan!” sebagai simbol komitmen bersama dalam melindungi hak-hak serta masa depan generasi muda.

Penulis : Keysha Neyla Hafistha

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Penguatan Wawasan Kebangsaan, Senator Evi Apita Maya Sosialisasi Empat Pilar di SMAN 1 Sumbawa
Kasus Penipuan Jual Beli Motor Online di NTB Naik Penyelidikan, PBH LPW NTB Kawal Pemeriksaan Korban
KKN-PMD Unram Desa Gumantar Gandeng UPTD PPA, Beri Edukasi Cegah Pernikahan Anak di SMPN 3 Kayangan
Goes to School, Cara KPU Lombok Barat Cetak Pemilih Cerdas di Madrasah
OTT Bupati Lombok Barat, Ironi Alumni Retret Magelang
Mahasiswa KKN-PMD Unram dan Kemenkum NTB Dorong Perlindungan HKI untuk UMKM Suela
Pengesahan UU Pusat Finansial Internasional dikebut, IGJ ingatkan ancaman Kedaulatan Ekonomi
Perlindungan Anak dari Kekerasan di Pondok Pesantren

Lanjutan Narasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:11 WITA

KKN-PMD Unram Jenggik Utara Gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak hingga Radikalisme di SMPN 2 Montong Gading

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:54 WITA

Penguatan Wawasan Kebangsaan, Senator Evi Apita Maya Sosialisasi Empat Pilar di SMAN 1 Sumbawa

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:00 WITA

Kasus Penipuan Jual Beli Motor Online di NTB Naik Penyelidikan, PBH LPW NTB Kawal Pemeriksaan Korban

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:00 WITA

KKN-PMD Unram Desa Gumantar Gandeng UPTD PPA, Beri Edukasi Cegah Pernikahan Anak di SMPN 3 Kayangan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:11 WITA

OTT Bupati Lombok Barat, Ironi Alumni Retret Magelang

Lensa Hari Ini