Dari Buta Huruf Menuju Mandiri, Kisah Sekolah Kehidupan di Ponpes Lombok

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pembelajaran di Pondok Pesantren Imam Barzakh NW Bangle, Lombok Timur, NTB. Foto: FB Ponpes Imam Barzakh NW Bangle

i

Suasana Pembelajaran di Pondok Pesantren Imam Barzakh NW Bangle, Lombok Timur, NTB. Foto: FB Ponpes Imam Barzakh NW Bangle

Di tengah kemegahan alam Lombok Timur, tepatnya di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, berdiri tegak sebuah lembaga pendidikan yang menjadi tumpuan harapan: Pondok Pesantren Imam Barzakh NW Bangle. Selama kurang lebih enam tahun beroperasi, ponpes ini bukan sekadar tempat menghafal, melainkan sebuah Sekolah Kehidupan Lombok Timur yang menawan, dikelilingi oleh lahan asri dan hijau yang menjadi Saksi bisu perjuangan.

Ponpes Imam Barzakh NW Bangle telah menjadi rumah bagi 115 santri— 63 murid setingkat SMP dan 52 murid setingkat SMA —yang semuanya membawa beban masa lalu yang berat. Mereka adalah cerminan dari tantangan sosial di masyarakat: anak-anak dari keluarga tidak mampu , korban keluarga Broken Home , anak-anak yang dicap “anak nakal” , hingga mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang sangat minim.

Namun, ada satu fakta yang membuat perjuangan ponpes ini semakin heroik: mayoritas santri yang datang tidak bisa baca tulis .

Melawan Buta Huruf, Meraih Cahaya Ilmu

Inilah inti dari misi kemanusiaan di Ponpes Imam Barzakh. Bukan hanya menawarkan ilmu agama, ponpes ini harus memulai dari fondasi yang paling dasar. Bayangkan, anak tingkat SMP dan SMA harus belajar mengeja dan membaca dari nol.

“Ketika anak-anak ini datang, banyak dari mereka yang secara formal sudah dewasa, tetapi secara literasi masih nol. Tugas kami bukan hanya mengisi perut, tapi juga mengisi akal dan hati mereka,” ujar salah satu pengurus.

Meningkatnya peran para ustaz dan pengurus menjadi ganda: sebagai guru agama sekaligus guru literasi dasar. Kurikulum yang diterapkan fleksibel, beradaptasi dengan kondisi santri yang memerlukan perlakuan khusus. Dengan kesabaran tanpa batas dan metode yang humanis, ponpes ini perlahan mengubah anak-anak yang dicap gagal oleh sistem menjadi pribadi yang mulai menemukan kepercayaan diri melalui kemampuan membaca dan menulis.

Kisah Inspiratif Anak Broken Home yang kemudian berhasil membaca kitab suci Al-Qur’an adalah bukti nyata bahwa keterbatasan masa lalu tidak menentukan masa depan mereka. Ponpes ini berhasil membuktikan bahwa cinta, disiplin, dan lingkungan yang suportif adalah kunci utama untuk mengatasi hambatan literasi.

Mandiri Sejati: Dapur Santri dari Hasil Bumi Sendiri

Hal yang paling mencengangkan dan paling inspiratif dari Ponpes Imam Barzakh NW Bangle adalah model kemandiriannya. Dalam enam tahun perjalanannya, ponpes ini berdiri tegak tanpa bantuan rutin dari pemerintah atau pihak eksternal yang besar.

Lalu, bagaimana cara mereka memberi makan 115 santri setiap hari? Jawabannya terletak pada semangat Santri Bertani Lombok Timur yang luar biasa.

Ponpes ini mengelola lahan di sekitar wilayah mereka, menjadikannya lumbung pangan mandiri. Setiap hari, para santri bahu-membahu dengan pengurus untuk menanam, merawat, dan menghasilkan hasil bumi:

  • Sawah dan Kebun: Mereka menanam padi, sayur-mayur, dan buah-buahan yang hasilnya 100% digunakan untuk kebutuhan konsumsi harian.
  • Kurikulum Hidup: Kegiatan bertani dan berkebun ini merupakan mata pelajaran wajib di Sekolah Kehidupan . Di sini, anak-anak nakal dan buta huruf yang datang dari keluarga tidak mampu belajar etos kerja, tanggung jawab, dan nilai kemandirian. Mereka merasakan langsung bagaimana keringat di ladang berubah menjadi nasi di piring mereka.

Model Pesantren Kemandirian Tanpa Bantuan ini bukan hanya tentang perjalanan logistik, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Ini mengajarkan bahwa kerja keras adalah sumber rezeki paling mulia, dan bahwa kemandirian adalah kunci martabat.

Menumbuhkan Harapan di Tanah yang Asri

Ponpes Imam Barzakh NW Bangle telah membuktikan bahwa transformasi sejati membutuhkan kesabaran dan lingkungan yang tepat. Dengan latar belakang asri dan hijau , ponpes ini menyediakan ruang yang damai bagi para santri untuk menyembuhkan luka batin dan membangun masa depan.

Kisah Ponpes Imam Barzakh adalah seruan bagi kita semua untuk melihat bahwa setiap anak, terlepas dari label dan latar belakangnya, memiliki potensi luar biasa. Dari anak-anak yang buta huruf dan Broken Home , kini telah lahir generasi yang mandiri secara ekonomi dan kokoh secara spiritual, siap menjadi duta kebaikan bagi masyarakat Lombok Timur dan Indonesia.

Ini adalah cerminan dari pendidikan yang sesungguhnya: bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga proses menyelamatkan dan membangun kembali jiwa.

 

Penulis : Yunita, S.H

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Riwayat Hidup dan Perjalanan Akademik Prof. Rodliyah, Guru Besar Hukum Pidana Unram
Jawab Tantangan Dunia Kerja, PERADI SAI dan FHISIP Unram Dorong Mata Kuliah Advokat Masuk Jenjang S1
Pidato Paripurna Prof. Rodliyah: Hukum Pidana dan Perlindungan Perempuan
Statistika Unram Kembangkan Board Games untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD
Pelatihan Etika Penelitian dan Safeguarding dalam Memperkuat Integritas Akademik
Unram Perkuat Literasi Hukum Digital untuk Cegah Kekerasan Online di Sekolah
Penguatan Wawasan Kebangsaan, Senator Evi Apita Maya Sosialisasi Empat Pilar di SMAN 1 Sumbawa
Menolak Konstitusi dalam Kotak Kaca: Belajar dari “We the People” Karya Jill Lepore

Lanjutan Narasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:41 WITA

Riwayat Hidup dan Perjalanan Akademik Prof. Rodliyah, Guru Besar Hukum Pidana Unram

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Pidato Paripurna Prof. Rodliyah: Hukum Pidana dan Perlindungan Perempuan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:06 WITA

Statistika Unram Kembangkan Board Games untuk Penguatan Literasi dan Keterampilan Siswa SD

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Pelatihan Etika Penelitian dan Safeguarding dalam Memperkuat Integritas Akademik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:30 WITA

Unram Perkuat Literasi Hukum Digital untuk Cegah Kekerasan Online di Sekolah

Lensa Hari Ini

Pekerja Rumah Tangga Wajib Dilindungi, Bagaimana Ketentuannya?. Foto: Ilustrasi Gemini AI

Komentar

Pekerja Rumah Tangga Wajib Dilindungi, Bagaimana Ketentuannya?

Senin, 31 Agu 2026 - 19:29 WITA