Komunitas Perlindungan Anak Desa (KPAD) Desa Rite menggelar kegiatan edukasi sejarah dengan mengajak puluhan anak didik, pemuda dan orang tua mengunjungi Museum Asi Mbojo, Kabupaten Bima, pada Senin (25/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkenalkankan warisan budaya leluhur sejak usia dini.
Sebanyak 29 peserta yang terdiri dari anak-anak didampingi orang tua mereka tampak memadati area museum. Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak berkeliling untuk melihat langsung berbagai koleksi benda peninggalan Sultan Bima serta mempelajari sejarah panjang kerajaan dan kesultanan di masa lampau.

Perdana KPAD Edukasi Sejarah di Asi Mbojo
Koordinator kegiatan, Adi Irawan, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan program perdana yang diinisiasi oleh KPAD Desa Rite di Museum Asi Mbojo. Menurutnya, pembelajaran di luar ruangan seperti ini sangat efektif untuk memberikan pemahaman nyata kepada anak-anak mengenai sejarah daerah mereka sendiri.
“Ini adalah kegiatan perdana KPAD Desa Rite di Museum Asi Mbojo. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias sekali karena kata mereka dapat berkunjung langsung ke museum, mengenal benda-benda peninggalan kerajaan, dan mempelajari sejarah Bima,” ujar Adi Irawan di sela-sela kegiatan.
Melalui program ini, anak-anak tidak hanya bersandar pada teori di dalam kelas, melainkan dapat berinteraksi langsung dengan bukti-bukti sejarah yang tersimpan rapi di museum.

Antusiasme Peserta dan Pengalaman Belajar Sambil Bermain
Kegembiraan tidak dapat disembunyikan dari wajah para peserta anak. Salah satu perwakilan peserta anak mengungkapkan rasa senangnya karena bisa melihat langsung bangunan bersejarah yang biasanya hanya didengar melalui cerita atau buku pelajaran.

“Kami sangat senang sekali karena selain belajar dan mengenal sejarah Bima, kami juga dapat bermain dan melihat secara langsung bentuk Museum Asi Mbojo yang menjadi ikon sejarah Kerajaan Bima,” ungkapnya dengan ceria.
Konsep belajar yang dikemas secara santai dan edukatif ini membuat materi sejarah yang biasanya dianggap berat menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Dukungan dan Apresiasi Positif dari Orang Tua
Kegiatan positif ini juga mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka selama kunjungan berlangsung. Mereka berharap kegiatan edukasi luar ruangan seperti ini bisa menjadi agenda rutin.

Nurmi, salah satu orang tua peserta, menyatakan kekagumannya terhadap inisiatif ini. “Hebat, anak-anak KPAD Desa Rite jalan-jalan ke Museum Asi Mbojo sekaligus bisa belajar sejarah Bima,” tuturnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Novi dan Nurbaeni yang ikut mendampingi buah hati mereka. “KPAD Desa Rite mantap. Pergi jalan-jalan ke Asi Mbojo,” puji Novi. Sementara itu, Nurbaeni menambahkan, “Keren, alhamdulillah anak-anak bisa ke Asi Mbojo dan belajar sejarah Bima.”

Dengan terlaksananya kunjungan ini, KPAD Desa Rite berharap dapat terus konsisten memfasilitasi ruang belajar yang rekreatif sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan situs sejarah lokal di Bima.

Penulis : Yunita, S.H.
Editor : Redaksi Narasio






