MATARAM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus bergerak masif dalam menggalang kesadaran berpolitik generasi muda. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program KPU Goes to School yang digelar langsung di Aula Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Gelogor, Kecamatan Kediri, Selasa (21/7/2027).
Pada hari sebelumnya, KPU Lobar juga mengunjungi Madrasah Aliyah di daerah Batulayar dengan kegiatan serupa. Rangkaian kegiatan ini dihajatkan untuk memperkuat fondasi pemahaman pemilu sekaligus memberikan pendidikan pemilih yang komprehensif bagi para pemilih pemula di tingkat Madrasah Aliyah/sederajat.
Peran Strategis Pemilih Pemula dalam Demokrasi
Hadir memimpin kegiatan, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Lobar, Hamdi. Di hadapan para siswa, Hamdi menegaskan bahwa suara pemilih pemula bukanlah sekedar angka statistik dalam rekapitulasi, melainkan menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa.
“KPU berkomitmen hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan adik-adik mendapatkan informasi pemilu dari sumber yang valid. Kami ingin mencetak pemilih pemula yang tidak hanya ikut-ikutan tren, tetapi menjadi pemilih yang cerdas, kritis, rasional, dan bertanggung jawab,” ujar Hamdi.
Edukasi Teknis dan Simulasi Kepemiluan Interaktif
Dalam sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif, tim KPU Lobar membedah beberapa poin krusial kepemiluan secara detail. Materi tersebut meliputi urgensi hak suara dalam menentukan kepemimpinan daerah dan nasional, serta simulasi cek Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara online.
Para siswa diajak langsung memegang gawai mereka untuk memeriksa status kepesertaan pemilu secara mandiri melalui kanal digital resmi KPU. Selain itu, kegiatan juga mengenalkan anatomi surat suara mulai dari jenis, warna, hingga format resmi, serta edukasi tata cara pencoblosan sah sesuai regulasi.
Literasi Digital dan Komitmen Menekan Angka Golput
Aspek penting lainnya yang disentuh dalam program ini adalah literasi digital anti-hoaks. Siswa dibekali kemampuan menyaring informasi, mengenali disinformasi, serta menghindari penyebaran berita bohong terkait pemilu di media sosial.
Pihak MA NW Gelogor memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif jemput bola yang dilakukan KPU Lobar. Kepala madrasah menyampaikan bahwa bimbingan langsung dari komisioner KPU memberikan pengalaman belajar praktis yang tidak diperoleh siswa hanya dari buku teks pelajaran reguler di kelas.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan kritis mengenai proses kepemiluan, yang menandakan tumbuhnya ketertarikan awal mereka terhadap masa depan demokrasi di Indonesia.
Melalui program berkelanjutan ini, KPU Lobar optimistis dapat menekan angka golongan putih (golput) dan membangun ekosistem demokrasi yang sehat sejak dini dari lingkungan sekolah.
Penulis : Muliatun Anisa
Editor : Redaksi Narasio






