Goes to School, Cara KPU Lombok Barat Cetak Pemilih Cerdas di Madrasah

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyampaian Materi oleh Hamdi Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Lobar, Selasa, (21/7/2026). Foto : Dok. Istimewa

i

Penyampaian Materi oleh Hamdi Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Lobar, Selasa, (21/7/2026). Foto : Dok. Istimewa

MATARAM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus bergerak masif dalam menggalang kesadaran berpolitik generasi muda. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program KPU Goes to School yang digelar langsung di Aula Madrasah Aliyah  Nahdlatul Wathan Gelogor, Kecamatan Kediri, Selasa (21/7/2027).

Pada hari sebelumnya, KPU Lobar juga mengunjungi Madrasah Aliyah di daerah Batulayar dengan kegiatan serupa. Rangkaian kegiatan ini dihajatkan untuk memperkuat fondasi pemahaman pemilu sekaligus memberikan pendidikan pemilih yang komprehensif bagi para pemilih pemula di tingkat Madrasah Aliyah/sederajat.

Peran Strategis Pemilih Pemula dalam Demokrasi

Hadir memimpin kegiatan, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Lobar, Hamdi. Di hadapan para siswa, Hamdi menegaskan bahwa suara pemilih pemula bukanlah sekedar angka statistik dalam rekapitulasi, melainkan menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa.

“KPU berkomitmen hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan adik-adik mendapatkan informasi pemilu dari sumber yang valid. Kami ingin mencetak pemilih pemula yang tidak hanya ikut-ikutan tren, tetapi menjadi pemilih yang cerdas, kritis, rasional, dan bertanggung jawab,” ujar Hamdi.

Edukasi Teknis dan Simulasi Kepemiluan Interaktif

Dalam sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif, tim KPU Lobar membedah beberapa poin krusial kepemiluan secara detail. Materi tersebut meliputi urgensi hak suara dalam menentukan kepemimpinan daerah dan nasional, serta simulasi cek Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara online.

Para siswa diajak langsung memegang gawai mereka untuk memeriksa status kepesertaan pemilu secara mandiri melalui kanal digital resmi KPU. Selain itu, kegiatan juga mengenalkan anatomi surat suara mulai dari jenis, warna, hingga format resmi, serta edukasi tata cara pencoblosan sah sesuai regulasi.

Literasi Digital dan Komitmen Menekan Angka Golput

Aspek penting lainnya yang disentuh dalam program ini adalah literasi digital anti-hoaks. Siswa dibekali kemampuan menyaring informasi, mengenali disinformasi, serta menghindari penyebaran berita bohong terkait pemilu di media sosial.

Pihak MA NW Gelogor memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif jemput bola yang dilakukan KPU Lobar. Kepala madrasah menyampaikan bahwa bimbingan langsung dari komisioner KPU memberikan pengalaman belajar praktis yang tidak diperoleh siswa hanya dari buku teks pelajaran reguler di kelas.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan kritis mengenai proses kepemiluan, yang menandakan tumbuhnya ketertarikan awal mereka terhadap masa depan demokrasi di Indonesia.

Melalui program berkelanjutan ini, KPU Lobar optimistis dapat menekan angka golongan putih (golput) dan membangun ekosistem demokrasi yang sehat sejak dini dari lingkungan sekolah.

Penulis : Muliatun Anisa

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Polemik KONI NTB: Pengguguran Calon Dinilai Tak Sah dan Uang Pendaftaran Berisiko Pidana
Covered with Night, Kolonialisme dan Pelajaran Keadilan Adat bagi Indonesia
Sidang Pidana ITE dan PDP di PN Raba Bima, 3 Ahli Tegaskan Perbuatan Badai NTB Tidak Melanggar Hukum
Dr. Muhaimin: Kurikulum Hukum S1 Harus Reduksi Mata Kuliah Umum, Perkuat Keterampilan Praktis dan Integritas
UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM
Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal
Riwayat Hidup dan Perjalanan Akademik Prof. Rodliyah, Guru Besar Hukum Pidana Unram
Jawab Tantangan Dunia Kerja, PERADI SAI dan FHISIP Unram Dorong Mata Kuliah Advokat Masuk Jenjang S1

Lanjutan Narasi

Rabu, 16 September 2026 - 17:34 WITA

Polemik KONI NTB: Pengguguran Calon Dinilai Tak Sah dan Uang Pendaftaran Berisiko Pidana

Selasa, 15 September 2026 - 08:30 WITA

Covered with Night, Kolonialisme dan Pelajaran Keadilan Adat bagi Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 10:15 WITA

Sidang Pidana ITE dan PDP di PN Raba Bima, 3 Ahli Tegaskan Perbuatan Badai NTB Tidak Melanggar Hukum

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:21 WITA

UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:45 WITA

Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal

Lensa Hari Ini