MATARAM – Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL) melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah pada Kamis, 28 Mei 2026 di Sekretariat Kasama Weki RKBPL, Kota Mataram. Ibadah Qurban menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan persatuan antarwarga Bima yang berdomisili di Pulau Lombok, terutama membangun keharmonisan antargenerasi.
Tim Panitia, Supardin, melaporkan bahwa agenda tahun ini berjalan khidmat dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, unsur birokrasi eksekutif, legislatif, pelaku usaha/swasta, hingga kalangan mahasiswa turut membaur dalam semangat kebersamaan.
“Tahun lalu pelaksanaan qurban di Taman Wisata Religi (Rade Mbojo). Tahun ini atas saran dan masukan banyak pihak bahwa pelaksanaannya di Rumah Besar Warga Bima Pulau Lombok, Sekretariat atau Gedung Kasawa Weki RKBPL”, urainya.
Keseimbangan Hidup
Ketua RKBPL, Dr. H. Muhammad Irwan, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pihak panitia menerima dan menyalurkan sebanyak 3 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, baik keluarga besar Bima maupun donatur lainnya, yang telah memberikan kepercayaan kepada RKBPL.
“Kami berdoa semoga kurban ini membawa berkah dan kesehatan bagi kita semua. Pesan utama dari ibadah ini adalah keseimbangan hidup serta wujud nyata kepedulian melalui berbagi dan kasih sayang,” ujar Dr. Muhammad Irwan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kurban di RKBPL adalah sarana meruntuhkan sekat usia. Menurutnya, perubahan besar membutuhkan perpaduan antara energi kaum muda dan kearifan kaum tua. “Persatuan generasi adalah kunci. Ketika yang muda menawarkan kekuatan untuk bergerak dan yang tua memberikan teladan keikhlasan sebagai kompasnya, di situlah ego beralaskan sekat usia runtuh,” tambahnya.

Kurban sebagai Instrumen Keadilan Sosial
Senada dengan hal tersebut, panitia lainnya selaku akademisi yang hadir sekaligus Kepala Bidang Hukum RKBPL, Taufan, menyoroti dimensi sosial dari ibadah kurban. Ia memandang bahwa keadilan sosial sejatinya dimulai dari keikhlasan hati. Menurutnya, saat daging kurban disebarkan tanpa membeda-bedakan, esensi persaudaraan sejati akan tumbuh dengan kuat.
“Momen Idul Adha adalah ruang terbaik untuk menyatukan langkah. Saat kita duduk bersama menikmati berkah kurban, kita sadar bahwa kekuatan sejati umat ada pada keharmonisan antargenerasi. Bersatu dalam takwa, melangkah dalam kebersamaan,” jelas Taufan.
Panitia penyelenggara, Supardin, menambahkan bahwa pendistribusian daging kurban ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap kaum yang membutuhkan. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan dan menikmati hidangan yang layak di hari raya.
Jembatan Antargenerasi bagi Mahasiswa Rantau
Dari sudut pandang mahasiswa, Ketua IMBI Mataram, Rizal, memaknai momen kurban sebagai jembatan antargenerasi. Bagi pelajar perantauan asal Bima, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk merekatkan kembali ikatan kekeluargaan serta belajar dari kesabaran para orang tua.
“Kurban mengajarkan tentang totalitas perjuangan. Bagi kami pelajar mahasiswa, setiap tetes keringat saat belajar dan rasa rindu rumah yang ditahan adalah wujud pengorbanan yang harus dijalani dengan ketulusan,” ungkap Rizal.
Kegiatan penyembelihan yang dipusatkan di sekretariat ini diakhiri dengan pemotongan, makan bersama dan pendistribusian paket daging kepada warga yang membutuhkan di lingkungan Sekretariat RKBPL dan warga Bima sekitar wilayah Pulau Lombok, menutup rangkaian acara dengan suasana penuh kekeluargaan dan rasa syukur.
“Semoga ditahun terikutnya tetap dipercaya dan jumlah hewan qurbannya juga ikut bertambah”, tutup Supardin.
Penulis : Yunita, S.H.
Editor : Redaksi Narasio






