Manusia dalam Sapiens, Imajinasi dan Penderitaan

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapiens: Sejarah Singkat Umat Manusia (Sapiens: A Brief History of Humankind), Buku yang ditulis oleh Yuval Noah Harari

i

Sapiens: Sejarah Singkat Umat Manusia (Sapiens: A Brief History of Humankind), Buku yang ditulis oleh Yuval Noah Harari

Dalam Sapiens, Yuval Noah Harari  mengupas dan menganalisis sejarah manusia yang membawa kita kembali pada pertanyaan esensi manusia, kehidupan, penderitaan dan kebahagian. Dalam bukunya, Yuval menjelaskan manusia dengan menyajikan tahapan revolusi kognitif, revolusi pertanian dan revolusi sains. Ia menyatakan bahwa manusia dengan segala kemampuannya membentuk imajinasi kolektif, namun justru mengancam kehidupan dan membawa penderitaan.

Yuval menyatakan, kehidupan manusia dipersatukan oleh tatanan khayalan yang mereka bentuk secara kolektif, tatanan tersebut dibentuk oleh mitos-mitos dan budaya. Dalam pembahasan tentang gender, menurutnya, kebanyakan hukum, norma, hak, dan kewajiban yang mendefiniskan kelaki-lakian dan perempuan lebih mencerminkan imajinasi manusia ketimbang realitas biologis.

Konsepsi Manusia Biologis, Jantan dan Betina

Secara biologis, manusia terbagi menjadi jantan (male) dan betina (female). Homo sapiens jantan adalah yang memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y; betina adalah yang memiliki dua X. Namun “laki-laki” (man) dan “perempuan” (woman) adalah kategori sosial, bukan biologis. Sementara dalam mayoritas kasus di kebanyakan masyarakat manusia laki-laki adalah jantan sementara perempuan adalah betina.

Istilah-istilah itu membawa banyak perkara yang hanya memiliki secuil hubungan, itu juga kalau ada, dengan kategori biologisnya. Laki-laki bukanlah sapiens dengan sifat-sifat biologis tertentu seperti kromosom XY. Justru, laki-laki masuk ke dalam tempat tertentu dalam tatanan manusia khayalan dalam masyarakatnya. Mitos-mitos kebudayaan menetapkan baginya peran-peran maskulin tertentu (misalnya terlibat dalam politik), hak-hak maskulin (misalnya memberi suara dalam pemilu), dan tugas-tugas maskulin (misalnya wajib militer).

Pembagian Peran Menurut Mitos

Serupa dengan itu, seorang perempuan bukanlah sapiens dengan dua kromosom X. Justru dia adalah anggota betina dari suatu tatanan manusia khayalan. Mitos-mitos masyarakatnya menetapkan baginya peran-peran feminim tertentu (membesarkan anak), hak-hak feminim (perlindungan dari kekerasan), dan tugas-tugas feminim (kepatuhan terhadap suami).

Oleh karena mitos, bukan biologi, menentukan peran, hak, dan kewajiban laki-laki dan perempuan, makna “kelaki-lakian” dan “keperempuanan” telah sangat beragam dari masyarakat ke masyarakat.

Menurut Yuval, Sapiens tunduk kepada gaya-gaya fisika, reaksi-reaksi kimiawi, dan proses seleksi alam yang sama dengan mengatur semua makhluk hidup. Pemikiran Yuval ini merupakan ciri pemikiran modern dan postmodern yang ragu dan tidak memiliki tujuan mendasar pada diri manusia. Pada akhir bukunya pun, Yuval mempertegas keraguan dengan sedikit kekecewaan terhadap pencapaian yang dilakukan manusia.

Sapiens dan Penderitaan?

Menurutnya, Sapiens di bumi sejauh ini tidak menghasilkan banyak hal yang bisa dibanggakan. Kita telah menguasai lingkungan, meningkatkan produksi makanan, membangun kota, mendirikan imperium, dan menciptakan jejaring perniagaan yang merambah ke mana-mana.

Namun, apakah kita menurunkan tingkat penderitaan di dunia? Berkali-kali, peningkatan besar-besaran dalam hal kekuasaan manusia tidak berarti meningkatkan kesejahteraan individu-individu Sapiens, dan biasanya menyebabkan penderitaan hebat kepada hewan-hewan lain.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, kita telah setidaknya membuat sejumlah kemajuan nyata sejauh menyangkut kondisi manusia, dengan berkurangnya kelaparan, wabah, dan perang. Namun, situasi hewan-hewan lain memburuk dengan lebih cepat dibandingkan sebelumnya, dan perbaikan dari segi umat manusia terlalu baru dan terlalu rapuh sehingga kita belum bisa merasa yakin tentangnya.

Kita semakin digdaya daripada sebelumnya, namun hanya punya sedikit gagasan mengenai apa yang harus dilakukan dengan semua kekuasaan itu.

Tentang Buku: Sapiens: Sejarah Singkat Umat Manusia (Sapiens: A Brief History of Humankind), adalah buku tahun 2011 karya Yuval Noah Harari , berdasarkan serangkaian kuliah yang diajarkannya di Universitas Ibrani Yerusalem. Buku ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Ibrani di Israel pada tahun 2011, dan dalam bahasa Inggris pada tahun 2014. Buku ini berfokus pada homo sapiens, dan mensurvei sejarah umat manusia, mulai dari zaman batu hingga abad ke-21. Catatan itu terletak dalam kerangka yang memotong ilmu pengetahuan  alam dengan ilmu pengetahuan sosial.

Penulis : Penulis: Taufan (Dosen, Pegiat Literasi)

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Ironi Kemakmuran: Membedah Krisis “Working Homeless” dalam Buku Brian Goldstone
Krisis Ketenagakerjaan Pulau Sumbawa: Dompu Catat Pengangguran Tertinggi, Bima Terjebak Kemiskinan Pertanian
Menolak Konstitusi dalam Kotak Kaca: Belajar dari “We the People” Karya Jill Lepore
Fenomena Perkawinan Anak di NTB, Tren Menurun tapi Masih di Tiga Besar Nasional
Belajar Radikal dalam Mentaati Hukum dari Para Pembangkang Soviet
Karakteristik Ketenagakerjaan Penduduk Miskin di NTB
Menggugat Narasi “Hadiah” Pembebasan: Membaca Ulang Sejarah Militer Lewat Buku “Combee”
Lemahnya Ketahanan Keluarga dan Maraknya Peredaran Narkoba

Lanjutan Narasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:38 WITA

Ironi Kemakmuran: Membedah Krisis “Working Homeless” dalam Buku Brian Goldstone

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:05 WITA

Krisis Ketenagakerjaan Pulau Sumbawa: Dompu Catat Pengangguran Tertinggi, Bima Terjebak Kemiskinan Pertanian

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WITA

Menolak Konstitusi dalam Kotak Kaca: Belajar dari “We the People” Karya Jill Lepore

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:46 WITA

Fenomena Perkawinan Anak di NTB, Tren Menurun tapi Masih di Tiga Besar Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:39 WITA

Belajar Radikal dalam Mentaati Hukum dari Para Pembangkang Soviet

Lensa Hari Ini

mantan Bupati Lalu Ahmad Zaini ditangkap KPK. Foto : Dok. Detik.com

Berita

OTT Bupati Lombok Barat, Ironi Alumni Retret Magelang

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:11 WITA