Tingkat Pengangguran di NTB Naik, Kualitas SDM Masih Didominasi Lulusan SMP ke Bawah

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Tingkat Pengangguran di NTB Naik, Kualitas SDM Masih Didominasi Lulusan SMP ke Bawah

i

Ilustrasi: Tingkat Pengangguran di NTB Naik, Kualitas SDM Masih Didominasi Lulusan SMP ke Bawah

MATARAM – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi tantangan serius. Data terbaru menunjukkan adanya kenaikan angka pengangguran yang dibarengi dengan fakta bahwa kualitas tenaga kerja daerah masih didominasi oleh lulusan tingkat pendidikan rendah.

Berdasarkan laporan Keadaan Angkatan Kerja NTB Agustus 2025 (Volume 14, 2026), tren ketenagakerjaan menunjukkan perlunya perhatian ekstra pada aspek produktivitas dan daya saing.

Kenaikan Angka Pengangguran Terbuka

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTB pada Agustus 2025 berada di angka 3,06 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan TPT pada periode yang sama di tahun 2024 yang hanya sebesar 2,73 persen.

Kenaikan ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi efektivitas program perluasan lapangan kerja dan daya serap pasar kerja lokal terhadap jumlah angkatan kerja yang mencapai 3,21 juta orang dari total penduduk usia kerja sebanyak 4,21 juta orang.

Dominasi Pendidikan SMP ke Bawah

Persoalan fundamental yang belum terurai adalah rendahnya kualitas tenaga kerja jika dilihat dari jenjang pendidikan. Data menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen penduduk yang bekerja di NTB hanya mengenyam pendidikan setingkat SMP ke bawah.

Kondisi ini dipandang berisiko tinggi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat. Rendahnya tingkat pendidikan berbanding lurus dengan:

  • Rendahnya Daya Saing: Sulitnya tenaga kerja lokal menembus sektor-sektor industri strategis yang membutuhkan keahlian tinggi.

  • Kecilnya Pendapatan: Keterampilan yang terbatas memaksa pekerja berada di sektor informal dengan upah rendah.

  • Siklus Kemiskinan: Kurangnya literasi dan produktivitas pada akhirnya berujung pada sulitnya memutus rantai kemiskinan di NTB.

Struktur Angkatan Kerja NTB

Dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) sebanyak 4,21 juta orang, sekitar 76,11 persen merupakan angkatan kerja yang aktif secara ekonomi. Sisanya merupakan kelompok bukan angkatan kerja, yang terdiri dari penduduk yang masih bersekolah, mengurus rumah tangga, atau mereka yang tidak mampu melakukan kegiatan apa pun.

Dari total angkatan kerja, sebanyak 3,11 juta orang atau sekitar 96,94 persen telah terserap di berbagai lapangan pekerjaan, sementara sisanya masih berada dalam status pengangguran terbuka.

Urgensi Transformasi SDM

Melihat tren kenaikan pengangguran dan rendahnya tingkat pendidikan pekerja, laporan ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik di NTB harus dibarengi dengan transformasi SDM secara masif. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan (vokasi), angka pengangguran di masa depan dikhawatirkan akan terus merangkak naik akibat kalah bersaing di era digital dan industrialisasi. (Red)

Penulis : M. Adib Zata Ilmam, S.Sos., M.Sc

Editor : Redaksi Narasio

Sumber Berita: Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat, Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat Agustus 2025 Volume 14, 2026

Lanjutan Narasi

Sanksi Denda dan Pemulihan Lingkungan di Indonesia Hanya Jadi Macan Kertas
Pakar Hukum Unram Ungkap Fenomena Politik Hukum Pengakuan Adat: Lombok Utara Berani, Sumbawa dan Bima Masih Enggan
Diskusi Sorot Kamera FHISIP Unram: WALHI Tegaskan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Memenuhi Syarat Konstitutif dan Ekologis
Menyelisik Demistifikasi Subjek Hukum Agraria: Di Antara Janji Konstitusi dan Ancaman Fabrikasi Identitas Adat dalam Kawasan Hutan
Ekonomi NTB dan Rekor MotoGP Mandalika 2026, Pakar Ekonomi Unram Soroti Kepastian Investasi dan Ekosistem Sport Tourism
Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa Kenotariatan UII, IMMASTA Gelar Pelatihan Pembuatan Akta Autentik
Kemenag NTB Dorong Satgas dan Regulasi Ketat: Mampukah Menghentikan Kekerasan Seksual di Pesantren?
Sorot Kamera Unram dan KOHATI HMI Mataram Kupas Kekerasan Seksual di Pesantren, Desak Pencegahan dan Sistem Perlindungan Korban

Lanjutan Narasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:05 WITA

Sanksi Denda dan Pemulihan Lingkungan di Indonesia Hanya Jadi Macan Kertas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WITA

Pakar Hukum Unram Ungkap Fenomena Politik Hukum Pengakuan Adat: Lombok Utara Berani, Sumbawa dan Bima Masih Enggan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Diskusi Sorot Kamera FHISIP Unram: WALHI Tegaskan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Memenuhi Syarat Konstitutif dan Ekologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:30 WITA

Menyelisik Demistifikasi Subjek Hukum Agraria: Di Antara Janji Konstitusi dan Ancaman Fabrikasi Identitas Adat dalam Kawasan Hutan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WITA

Ekonomi NTB dan Rekor MotoGP Mandalika 2026, Pakar Ekonomi Unram Soroti Kepastian Investasi dan Ekosistem Sport Tourism

Lensa Hari Ini