Sektor IMK Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Evi Apita Maya Dorong Penguatan Kebijakan dan Perlindungan Pekerja Perempuan

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., pada kesempatan Sosialisasi Empat Pilar di MAN 2 Mataram, Selasa 5 Mei 2026. Foto: Dok. Istimewa

i

Anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., pada kesempatan Sosialisasi Empat Pilar di MAN 2 Mataram, Selasa 5 Mei 2026. Foto: Dok. Istimewa

MATARAM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., menyoroti pentingnya penguatan sektor ketenagakerjaan di NTB melalui pendekatan pendidikan dan kebijakan yang berkeadilan. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di MAN 2 Mataram, Selasa (5/5/2026).

Evi menegaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan di NTB saat ini menunjukkan perlunya transformasi, terutama pada aspek kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai sektor Industri Mikro dan Kecil (IMK) telah membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan yang paling tangguh dalam menyerap tenaga kerja di daerah. Untuk itu, penting untuk memastikan dukungan penganggaran dan pengawasannya.

Dominasi Perempuan di Sektor IMK

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah adanya perbedaan struktur gender antara industri besar dan IMK. Jika industri besar cenderung didominasi oleh laki-laki, maka potret IMK di NTB justru menunjukkan wajah perempuan sebagai penggerak utamanya.

“Dominasi perempuan dalam struktur tenaga kerja IMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa sektor mikro adalah tumpuan bagi perempuan di NTB untuk menopang ekonomi keluarga,” ujar Evi.

Tantangan Pendidikan dan Skill Praktis

Berdasarkan data yang dipaparkan, karakteristik pekerja IMK di NTB lebih banyak mengandalkan skill praktis dibandingkan latar belakang ijazah formal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kelompok pekerja terbesar di sektor ini berasal dari tamatan Sekolah Dasar (SD), disusul tamatan SMP, dan kelompok yang tidak tamat SD atau belum pernah mengenyam pendidikan sekolah.

Kondisi pendidikan yang rendah tersebut, menurut Evi, membuat para pekerja—terutama perempuan—menjadi kelompok yang rentan terhadap ketidakpastian ekonomi.

Mendorong Keadilan Kebijakan

Melihat kerentanan tersebut, Evi mendesak pemerintah untuk segera menyusun skema kebijakan yang lebih inklusif dan memberikan perlindungan nyata. Penguatan pada aspek pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan teknis menjadi kunci agar pekerja di sektor IMK memiliki daya saing yang lebih baik. Di samping itu, memastikan saluran pengawasan dan dukungan anggaran.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan adanya perlindungan bagi mereka. Skema kebijakan, penganggaran hingga pengawasan yang diambil harus mampu memberikan keadilan, mengingat peran mereka sangat besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tutupnya.

Penulis : Keysha Neyla Hafistha

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Tangani Amuk Massa di Kuranji, Kuasa Hukum Minta Polisi Rilis Fakta Resmi
Keluarga Korban Kasus Amuk Massa Kuranji Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Kasus Amuk Massa di Labuapi, Kades Karang Bongkot ungkap Situasi Terkini
Polisi Diminta Usut Tuntas Peristiwa Pencurian dan Amuk Massa hingga Meninggal di Lombok Barat
Lemahnya Ketahanan Keluarga dan Maraknya Peredaran Narkoba
Hari Lingkungan dan Laut Sedunia 2026: LPW NTB Gugat Praktik ‘Ekosida’ dan Pembiaran Hukum di Nusa Tenggara Barat
Badai NTB diserahkan ke Kejari Bima, Koalisi Sipil: Upaya Pembungkaman
Konsolidasi dan Bedah Buku ‘Gerakan Bongkar Bandar’, Aktivis Soroti Gurita Narkoba di NTB

Lanjutan Narasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00 WITA

Tangani Amuk Massa di Kuranji, Kuasa Hukum Minta Polisi Rilis Fakta Resmi

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00 WITA

Keluarga Korban Kasus Amuk Massa Kuranji Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:28 WITA

Kasus Amuk Massa di Labuapi, Kades Karang Bongkot ungkap Situasi Terkini

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:02 WITA

Polisi Diminta Usut Tuntas Peristiwa Pencurian dan Amuk Massa hingga Meninggal di Lombok Barat

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:00 WITA

Hari Lingkungan dan Laut Sedunia 2026: LPW NTB Gugat Praktik ‘Ekosida’ dan Pembiaran Hukum di Nusa Tenggara Barat

Lensa Hari Ini