Dorong penurunan angka kasus tuberkulosis (TB), Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (Inspirasi NTB) menggelar kegiatan Validasi Data dan Koordinasi Antara Komunitas dengan Layanan Kesehatan sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan empat Kelurahan Berdaya di Kota Mataram, yakni Kelurahan Bintaro, Pagutan Timur, Jempong Baru, dan Mandalika.
Langkah strategis melalui inovasi Inspirasi Berdaya (Inisiatif Kolaborasi Bersama Pemerintah dan Organisasi Masyarakat Sipil Bergerak untuk Eliminasi TB di Desa dan Kelurahan Berdaya) ini diambil sebagai bentuk kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Mataram dan 11 Puskesmas wilayah setempat untuk menyelaraskan data investigasi kontak pada Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), sekaligus sebagai upaya mitigasi dalam menangani penyebaran target penemuan hingga 11 ribu kasus tak terduga TB pada tahun 2026.
Mengatasi Kesenjangan Data SITB dan Inovasi “Inspirasi Berdaya”
Kasi Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Mataram, Widia Haryati, menyoroti kendala klasik yang sering terjadi setiap tahun, yaitu adanya kesenjangan ( gap ) antara data investigasi kontak di lapangan dengan yang dilaporkan ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
“Kemarin kita sudah membuat komitmen bersama bagaimana supaya gap itu tidak terlalu jauh. Jika tidak terlaporkan di SITB, maka tidak masuk dalam pencapaian target. Kita harus mencari titik permasalahan dan solusinya, jangan sampai rencana ini menjadi RTL atau Rencana Tidak Lanjut,” tegas Widia.
Menanggapi tantangan tersebut, Direktur Inspirasi NTB meluncurkan inovasi bernama “Inspirasi Berdaya” (Inisiatif Kolaborasi Bersama Pemerintah dan Organisasi Masyarakat Sipil Bergerak untuk Eliminasi TB di Desa dan Kelurahan Berdaya). Program ini selaras dengan program unggulan Pemprov NTB di era Iqbal-Dinda, khususnya pilar ‘NTB Sehat dan Cerdas’ serta ‘Desa Berdaya’. Ditunjuk oleh Global Fund untuk bergerak di Mataram dan Lombok Barat, Inspirasi NTB meyakini bahwa kesehatan masyarakat merupakan titik awal keberhasilan program pembangunan lainnya.
Evaluasi Capaian Investigasi Kontak dan Target Kenaikan 2026
Dalam sesi pemaparan materi, Pengawas Pengawas Tuberkulosis Dinkes Kota Mataram, Taufikurrahman, mengumumkan bahwa target pemberitahuan tak terduga dan kasus TBC di tahun 2026 dipastikan meningkat. Berdasarkan kontes terbaru, target TBC tak terduga naik sekitar 4.000 kasus menjadi 11.000 lebih tak terduga yang harus ditemukan. Sementara target notifikasi kasus meningkat menjadi 2.074 kasus dari sebelumnya 1.598 kasus. Perhitungan kini berbasis pada target nilai puskesmas secara langsung.
Sementara itu, Koordinator Program SSR InSPIRASI Kota Mataram, Wahyu, memaparkan data capaian Investigasi Kontak (IK) dari Januari hingga Juni 2026. Pada bulan Maret, capaian IK sempat menyentuh 82% (43 kasus dari 52 indeks dalam kota), meski mengalami sedikit penurunan akibat banyaknya hari libur keagamaan. Memasuki bulan Mei, dari 37 indeks dalam kota baru 8 kasus yang berhasil di-IK, sedangkan data bulan Juni masih dalam proses finalisasi pelaporan.
“Target tahunan SSR Kota Mataram tahun 2026 fokus pada tiga indikator utama, yaitu Investigasi Kontak sebanyak 656, Notifikasi Kasus sebanyak 530, dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebanyak 308,” rinci Wahyu.
Sinergi Strategis Lewat Perjanjian Kerja Sama Empat Kelurahan
Sebagai bentuk program beton keinginan, kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Inspirasi NTB dengan empat Kelurahan Berdaya di Kota Mataram. Empat wilayah tersebut meliputi Kelurahan Bintaro, Kelurahan Pagutan Timur, Kelurahan Jempong Baru, dan Kelurahan Mandalika.
Sinergi melalui PKS ini diharapkan menjadi daya dorong baru di tingkat akar rumput. Dengan keterlibatan aktif otoritas kelurahan, validasi data TBC di tingkat komunitas dan layanan kesehatan dapat berjalan lebih responsif, sehingga target eliminasi TBC di Kota Mataram dapat segera terealisasi.
Penulis : Yunita, S.H.
Editor : Redaksi Narasio






