LPW NTB Desak Pemerintah RI Ambil Sikap Tegas Terkait Eskalasi Konflik di Iran

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulan asap terlihat setelah serangan Israel atas Teheran, 2822026 (Aljazeera)

i

Kepulan asap terlihat setelah serangan Israel atas Teheran, 2822026 (Aljazeera)

MATARAM – Lembaga Pengembangan Wilayah (LPW) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil tindakan diplomatik yang lebih tegas merespons eskalasi konflik di Iran.

Dalam surat terbuka yang dirilis pada Rabu (4/3/2026), LPW NTB menyoroti serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah titik di wilayah Iran. Kelompok ini menilai serangan tersebut telah melanggar hukum internasional dan sebagai kejahatan perang karena menargetkan fasilitas sipil dan infrastruktur publik.

Direktur LPW NTB, Taufan, S.H., M.H., menyebutkan bahwa eskalasi di lapangan telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang masif. Pihaknya menyoroti secara khusus peristiwa serangan rudal yang dilaporkan mengenai fasilitas pendidikan, yakni SD Putri Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang diklaim menelan 165 korban jiwa.

“Tindakan agresi yang terjadi saat ini sudah melampaui batas konflik konvensional dan mengarah pada pelanggaran berat kemanusiaan. Kami menuntut pemerintah tidak tinggal diam,” tulis LPW NTB dalam pernyataan resminya.

Tiga Poin Desakan kepada Pemerintah

Melalui pernyataan tersebut, LPW NTB mengajukan tiga tuntutan utama kepada Presiden RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI:

  • Pengecaman Kejahatan Perang: Pemerintah Indonesia didesak untuk mengeluarkan pernyataan resmi yang mengategorikan serangan tersebut sebagai kejahatan perang dan pelanggaran hukum internasional, serta memobilisasi dukungan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional.

  • Protes atas Serangan terhadap Pemimpin Negara: LPW NTB menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara dan menyayangkan serangan yang menargetkan kepemimpinan tertinggi Iran, yang dinilai melanggar prinsip moral dan hukum internasional.

  • Peninjauan Kembali Kerja Sama Internasional: LPW NTB mendesak pemerintah untuk menarik diri dari Board of Peace (BoP) atau kerja sama lain yang dianggap berafiliasi dengan negara-negara pelaku kejahatan tersebut sebagai bentuk protes diplomatik yang nyata.

Pihak lembaga menyatakan siap memberikan keterangan lebih lanjut melalui narahubung Yunita, S.H., untuk memperjelas konteks dan data yang mereka miliki terkait laporan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pada Rabu (4/3/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Surat duka cita itu disampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Surat itu diserahkan melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Momen penyerahan surat itu dilakukan sekaligus pertemuan keduanya digelar pada Rabu (4/3/2026).

“Menerima kunjungan Yang Mulia Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Iran untuk Indonesia (4/3),” kata Sugiono dalam keterangan unggahannya di Instagram resmi @menlu_ri.

Penulis : Alyssa Rizkia Haris

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Hoaks Serangan Keluarga Korban Main Hakim Sendiri di Lombok, Polisi Didesak Percepat Proses Penyidikan
Pertemuan Bilateral di Paris: Presiden Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis RI-Prancis
Mengenal Sejarah di Museum Asi Mbojo, KPAD ajak Anak Didik dan Orang Tua
Momen Qurban, Rukun Keluarga Bima Lombok tekankan Keharmonisan Antargenerasi
Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga
Pesta Babi, Konflik, dan Mimpi Reformasi Agraria
Pola Konsumsi Bergeser akibat Inflasi, Ketahanan Pangan Perdesaan NTB di Bawah Perkotaan
Dikpora NTB Ungkap Strategi Kurikulum Kerja Hingga Mitigasi Kekerasan Sekolah

Lanjutan Narasi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:15 WITA

Hoaks Serangan Keluarga Korban Main Hakim Sendiri di Lombok, Polisi Didesak Percepat Proses Penyidikan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:44 WITA

Pertemuan Bilateral di Paris: Presiden Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis RI-Prancis

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:48 WITA

Mengenal Sejarah di Museum Asi Mbojo, KPAD ajak Anak Didik dan Orang Tua

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

Momen Qurban, Rukun Keluarga Bima Lombok tekankan Keharmonisan Antargenerasi

Senin, 25 Mei 2026 - 07:01 WITA

Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga

Lensa Hari Ini