Konsolidasi dan Bedah Buku ‘Gerakan Bongkar Bandar’, Aktivis Soroti Gurita Narkoba di NTB

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Perempuan Nurjanah dalam sesi penyampaian Bedah Buku

i

Aktivis Perempuan Nurjanah dalam sesi penyampaian Bedah Buku "Badai di Tengah Kepungan Kartel Narkoba". Minggu, 7 Juni 2026 di Ruang Tumbuh Merdeka. Foto : Dok. Istimewa Narasio.com

MATARAM — Diskusi mendalam mengenai darurat narkoba digelar dalam acara Konsolidasi dan Bedah Buku Gerakan Bongkar Bandar di Ruang Tumbuh Merdeka, Minggu (7/6/2026). Diskusi yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 Wita ini membedah karya berjudul “Badai di Tengah Kepungan Kartel Narkoba” . Acara ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan langkah nyata memerangi peredaran gelap narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hadir sebagai pemateri, Aktivis Perempuan Nurjanah, menyoroti realitas lapangan terkait advokasi tantangan dan keterlibatan berbagai pihak. Ia menekankan perlunya gerakan berbasis komunitas untuk mengungkap jaringan ini hingga ke akarnya.

Tantangan Aktivis Perempuan dan Keterlibatan Oknum Institusi

Dalam menyampaikannya, Nurjanah menggarisbawahi beratnya perjuangan kaum perempuan dalam menyuarakan kebenaran di ruang publik. Menurutnya, tantangan tidak hanya datang dari luar, melainkan juga dari konstruksi sosial yang ada.

“Perempuan yang bersuara sering menahan tantangan budaya dan dipandang sebelah mata,” ujar Nurjanah.

Lebih lanjut, ia tidak menampik adanya benteng kokoh yang melindungi peredaran barang haram tersebut, termasuk keterlibatan pihak-pihak yang seharusnya menjadi penegak hukum. Nurjanah secara terbuka menyatakan adanya keterlibatan oknum institusi dalam peredaran narkoba. Oleh karena itu, gerakan yang dilakukan Badai NTB perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat guna mengawal penegakan hukum yang bersih.

Masalah Narkoba dan Pentingnya Gerakan Ibu-Ibu di Kampung

Menurut Nurjanah, penanganan kasus narkoba tidak boleh hanya menyasar hilir, melainkan harus menyentuh akar permasalahan ekonomi dan sosial. Ia menilai bahwa persoalan narkoba tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

Solusi konkretnya, Nurjanah menekankan bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah. Ia melihat potensi besar pada kelompok perempuan di tingkat akar rumput untuk menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan lingkungan.

“Gerakan melawan narkoba seharusnya dibangun bersama ibu-ibu di tingkat kampung,” tambahnya. Nurjanah meyakini bahwa masyarakat yang kritis dan produktif dapat membantu meringankan beban negara dalam mengatasi krisis sosial ini.

Desakan kepada Pemerintah Daerah

Menutup pemaparannya, Nurjanah menyampaikan rekomendasi taktis melalui kolaborasi sipil yang tengah berjalan. Ia berharap gerakan ini dapat melahirkan sistem pengawasan yang aman dan diakses langsung oleh warga di tingkat desa atau kelurahan.

“Saya berharap melalui Koalisi BERANI dapat terbentuk ruang pengaduan masyarakat di tingkat kampung untuk melawan narkoba,” tegasnya.

Ia juga memberikan kritik tajam kepada jajaran pemerintah daerah di NTB yang terkesan lamban dan kurang progresif dalam merespons darurat narkotika di wilayahnya. Nurjanah meminta komitmen nyata dari para pemangku kebijakan agar tidak abai terhadap masa depan generasi muda.

“Pemerintahan Kabupaten/Kota bima, Dompu, dan NTB jangan menutup mata pada persoalan narkoba yang dihadapi kita sekarang ini,” tutupnya.

Penulis : Muliatun Anisa

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Polemik KONI NTB: Pengguguran Calon Dinilai Tak Sah dan Uang Pendaftaran Berisiko Pidana
Covered with Night, Kolonialisme dan Pelajaran Keadilan Adat bagi Indonesia
Sidang Pidana ITE dan PDP di PN Raba Bima, 3 Ahli Tegaskan Perbuatan Badai NTB Tidak Melanggar Hukum
Dr. Muhaimin: Kurikulum Hukum S1 Harus Reduksi Mata Kuliah Umum, Perkuat Keterampilan Praktis dan Integritas
UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM
Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal
Jawab Tantangan Dunia Kerja, PERADI SAI dan FHISIP Unram Dorong Mata Kuliah Advokat Masuk Jenjang S1
Pidato Paripurna Prof. Rodliyah: Hukum Pidana dan Perlindungan Perempuan

Lanjutan Narasi

Rabu, 16 September 2026 - 17:34 WITA

Polemik KONI NTB: Pengguguran Calon Dinilai Tak Sah dan Uang Pendaftaran Berisiko Pidana

Selasa, 15 September 2026 - 08:30 WITA

Covered with Night, Kolonialisme dan Pelajaran Keadilan Adat bagi Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 10:15 WITA

Sidang Pidana ITE dan PDP di PN Raba Bima, 3 Ahli Tegaskan Perbuatan Badai NTB Tidak Melanggar Hukum

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:21 WITA

UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:45 WITA

Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal

Lensa Hari Ini