Solidaritas Kemanusiaan Sampaikan Respon dan Harapan untuk Deni Dea Lipa

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solidaritas Kemanusiaan pada Konferensi Pers Deni Apriadi Rahman alias Dea Lipa pada Sabtu (15/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

i

Solidaritas Kemanusiaan pada Konferensi Pers Deni Apriadi Rahman alias Dea Lipa pada Sabtu (15/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Mataram, Narasio.com – Sebuah pernyataan resmi dari “Solidaritas untuk Kemanusiaan” mengemuka di publik pasca Konferensi Pers Deni Apriadi Rahman alias Dea Lipa, Sabtu (15/11/2025). Berbagai reaksi publik dan netizen khususnya masih nampak menghiasi dinding media sosial. Sehingga Solidaritas untuk Kemanusiaan, gabungan masyarakat dari berbagai latar belakang bertekad terus memfasilitasi komunikasi antar Deni dan masyarakat umum.

Pernyataan ini muncul sekaligus menyikapi isu viral yang beredar di tengah masyarakat. Pihak solidaritas mengakui sepenuhnya bahwa Lombok adalah wilayah yang menjunjung tinggi nilai agama, budaya, kehormatan keluarga, kehormatan diri, dan batas interaksi laki-laki dan perempuan.

Respon Tim Solidaritas Untuk Kemanusiaan

Rohani Inta Dewi salah satu perwakilan dari Tim Solidaritas Untuk Kemanusiaan dalam akun media sosial dan pernyataan yang dikirim ke media ini menyampaikan tanggapan terkait dengan isu yang beredar.

“Pertama-tama, kami menyampaikan bahwa peristiwa yang berkembang terkait seorang individu yang dikenal publik sebagai “Sister Hong Lombok” telah menimbulkan kegelisahan dan pertanyaan dari masyarakat. Hal ini sangat kami pahami, mengingat Lombok memiliki nilai-nilai agama, budaya, dan kehormatan keluarga yang kuat”, tulisnya

Ia meyoroti terkait dengan setiap warga negara berhak untuk mendapatkan perlakuan yang adil tanpa terkecuali.

“Di sisi lain, kami juga perlu memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, tetap mendapatkan perlakuan yang adil, bermartabat, dan sesuai hukum yang berlaku”, jelasnya

Rohani selanjutnya menyampaikan bahwa masyarakat Lombok sangat menjujung tinggi nilai-nilai moral.

“Kami memahami bahwa masyarakat Lombok sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan diri, batas interaksi laki-laki dan perempuan, serta adat dan syariat yang menjadi pedoman kehidupan sosial”, lanjutnya.

Pesan Kepada Publik

Rohani kembali mengingatkan bahwa dalam menyikapi isu seperti ini harus disikapi dengan kepala dingin.

“Oleh karena itu, kegelisahan masyarakat adalah hal yang valid dan kami dengarkan dengan penuh hormat. Namun demikian, penyikapan peristiwa ini perlu dilakukan dengan kepala dingin, dengan menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, seperti perundungan, penghinaan, atau tindakan main hakim sendiri”,ujarnya

Ia melanjutkan bahwa sipapun yang merasa sebagai korban untuk diberikan rasa aman terlebih dahulu.

“Dalam situasi seperti ini, sangat penting bahwa siapa pun yang merasa menjadi korban diberi ruang aman untuk menyampaikan pengalaman dan laporan; pihak yang dilaporkan tetap diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah; dan tidak ada penyebaran identitas pribadi, fitnah, atau tindakan yang membahayakan keselamatan seseorang”.

Wanita yang berprofesi sebagai Dosen ini juga mengingatkan bahwa siapapun jika memang ada laporan untuk bisa diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jika ada laporan yang masuk, maka prosesnya akan berjalan sesuai ketentuan hukum, aparat akan menilai berdasarkan fakta dan bukti, bukan berdasarkan tekanan massa maupun opini di media sosial”.

Berita Tidak Benar

Berita tentang Deni Dea Lipa telah menjadi konsumsi publik, hal ini pun menjadi perhatian Solidaritas Kemanusiaan. Rohani menyanggah bahwa opini yang beredar dimedia sosial tidaklah benar.

“Kami juga mencermati berbagai komentar di media sosial yang mengaitkan peristiwa ini dengan istilah-istilah bernuansa stigma. Kami ingin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar”.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan oleh berita beredar yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak seluruh warga Lombok untuk tetap tenang, menahan diri, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari komentar yang dapat mempermalukan seseorang di ruang publik. Kita dapat menegakkan nilai agama dan adat tanpa harus melukai martabat manusia”.

Diakhir ia menyampaikan komitmen tim Solidaritas Untuk Kemanusiaan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Deni Dea Lipa.

“Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan aparat hukum agar situasi tetap kondusif dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari sensasi. Hentikan Fitnah Keji dan Perundungan yang tak Berkesudahan. Setiap perubahan butuh proses, butuh waktu. Mari terus mendoakan semoga Deni menemukan jalannya, mendapatkan hidayah-NYA”, tutupnya.

Penulis : Hamzah Fansuri Hidayat,S.H.

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Permohonan Praperadilan Badai NTB Ditolak, Koalisi Aktivis Sebut Hakim Abaikan Kepastian Hukum
Pemberi dan Penerima Suap “Korupsi Dana Siluman”, Akademisi Unram: Ada Keterlibatan Pihak Lain
Kapolres Bima Dinilai Tak Patuh, Mangkir Sidang Perdana Praperadilan Badai NTB
IGJ Ingatkan RI Soal Moratorium Permanen E-Commerce WTO, Indonesia Terancam Kehilangan Pendapatan Bea Masuk
Gerakan Koalisi Rakyat Anti Narkoba, Pemuda Ambalawi Deklarasi dan Tanda Tangan Komitmen Bersama
Menembus Batas Kaku Hukum: Ikhtiar Kolektif Ambalawi Melawan “Gurita” Narkoba
Penetapan Tersangka Badai NTB, Koalisi Aktivis Lawan Kapolres Bima di Praperadilan
Pakar Hukum UI: Indonesia Harus Fokus Sektor Unggulan, Jangan Coba Jadi Segalanya

Lanjutan Narasi

Sabtu, 11 April 2026 - 21:45 WITA

Permohonan Praperadilan Badai NTB Ditolak, Koalisi Aktivis Sebut Hakim Abaikan Kepastian Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 19:48 WITA

Pemberi dan Penerima Suap “Korupsi Dana Siluman”, Akademisi Unram: Ada Keterlibatan Pihak Lain

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WITA

Kapolres Bima Dinilai Tak Patuh, Mangkir Sidang Perdana Praperadilan Badai NTB

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:30 WITA

Gerakan Koalisi Rakyat Anti Narkoba, Pemuda Ambalawi Deklarasi dan Tanda Tangan Komitmen Bersama

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:17 WITA

Menembus Batas Kaku Hukum: Ikhtiar Kolektif Ambalawi Melawan “Gurita” Narkoba

Lensa Hari Ini

David Putra Pratama, S.H. , Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Mataram. Foto : Dok. Istimewa

Opini

Suap Bukan Hutang, Oknum 15 Anggota DPRD NTB Layak Diusut

Kamis, 16 Apr 2026 - 18:45 WITA

Ilustrasi : Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Narkotika di Indonesia

Pendapat Hukum

Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Narkotika di Indonesia

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:32 WITA