Dikpora NTB Ungkap Strategi Kurikulum Kerja Hingga Mitigasi Kekerasan Sekolah

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mengambil langkah taktis untuk merespons berbagai tantangan krusial di dunia pendidikan saat ini. Mulai dari penekanan angka pengangguran lulusan, penguatan moral siswa di tengah maraknya isu kriminalitas, hingga upaya mendongkrak indeks literasi daerah yang masih rendah.

Kepala Dinas Dikpora NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., ditemui usai pelantikan IMBI Mataram di Aula Hadayani, Kamis (21/5/26), menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil terfokus pada hasil (output) lulusan yang berkualitas, aman, dan berkarakter.

Strategi Link and Match dalam mengatasi Pengangguran

Tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja menjadi salah satu fokus utama yang tidak dapat dipisahkan dari peta jalan pendidikan di NTB. Menanggapi persoalan lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan, Syamsul Hadi menyatakan bahwa pemangku kebijakan di jenjang SMP, SMA, dan SMK terus berupaya agar output pendidikan dapat langsung terserap oleh pasar kerja.

“Upaya yang kami lakukan yaitu membangun satu kurikulum dengan pendekatan pola link and match ,” ujarnya.

Melalui strategi ini, sinkronisasi konten dihubungkan dan disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan nyata daerah yang beragam. Dikpora NTB juga mengarahkan para kepala sekolah untuk mengembangkan potensi sumber daya lokal secara maksimal, sehingga kompetensi para siswa selaras dengan dinamika kerja dunia terkini.

Antisipasi Kriminalitas Melalui Tim PPKSP dan Pendidikan Karakter

Selain kesiapan kerja, moralitas dan keselamatan peserta didik juga menjadi perhatian serius, terutama di tengah-tengah menunjukkan kasus kriminalitas yang menempatkan siswa sebagai korban. Syamsul Hadi menggarisbawahi bahwa penanganan moral generasi muda tidak bisa hanya bertumpu pada sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.

Namun dari perspektif regulasi sekolah, Dinas Dikpora NTB telah bergerak cepat mengedepankan karakter pendidikan guna membentuk kepribadian siswa yang membentengi mereka dari perilaku buruk. Langkah konkret lainnya adalah penguatan mitigasi pada tingkat satuan pendidikan menengah.

“Kami membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Alhamdulillah, untuk jenjang pendidikan menengah partisipasinya sudah mencapai 90% ke atas,” jelasnya.

Tim PPKSP ini bertugas memberikan pemahaman preventif kepada siswa serta melakukan penanganan cepat apabila terjadi indikasi kekerasan, sehingga masalah dapat diredam sebelum meluas.

Budayakan Literasi untuk Dongkrak Minat Baca di Daerah

Tantangan lain yang dihadapi NTB datang dari sektor literasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTB terutama Kabupaten Bima memiliki tingkat minat baca rendah. Menanganggap rapor merah tersebut, Dinas Dikpora NTB telah mencatat sejumlah program pembudayaan literasi di lingkungan sekolah untuk merangsang minat baca siswa, guru, maupun masyarakat.

Beberapa langkah strategi yang kini wajib dihidupkan kembali di sekolah antara lain:

  • Gerakan membaca buku selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
  • Penyediaan fasilitas pojok baca di setiap kelas dan optimalisasi kunjungan perpustakaan pada waktu-waktu tertentu.
  • Pengembangan literasi yang komprehensif, tidak sekedar membaca, melainkan juga melatih siswa menulis dan mengembangkan pemikiran kritis.

Meski sekolah terus digenjot untuk berinovasi, Syamsul Hadi mengingatkan bahwa urusan peningkatan minat baca secara makro tetap memerlukan sinergi kolektif. “Kaitannya dengan membaca melalui pembudayaan literasi, berbicara secara keseluruhan tentu menjadi urusan semua pihak,” tutupnya.

Penulis : Yunita, S.H.

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga
Pesta Babi, Konflik, dan Mimpi Reformasi Agraria
Pelantikan IMBI Mataram, Revitalisasi Organisasi Berbasis Falsafah Maja Labo Dahu
Bedah Buku ‘Babad Alas’ di Unram, Wamendagri Bima Arya Ungkap Pesan Kepemimpinan
Perjanjian Mineral Kritis AS-Indonesia Disebut Inkonstitusional dan Rugikan Rakyat
LPW NTB Tolak Perjanjian Dagang AS-Indonesia, Sebut Risiko Lingkungan hingga Ketenagakerjaan
Akademisi Unram Ungkap “Penyanderaan Regulasi” dan Rawan Korupsi pada Komitmen Investasi Mineral Kritis
Sorot Kamera Fhisip Unram bersama IGJ bahas Perjanjian AS-Indonesia, “Ancaman bagi Lingkungan Hidup hingga Ekonomi Lokal”

Lanjutan Narasi

Senin, 25 Mei 2026 - 07:01 WITA

Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:58 WITA

Pesta Babi, Konflik, dan Mimpi Reformasi Agraria

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:52 WITA

Dikpora NTB Ungkap Strategi Kurikulum Kerja Hingga Mitigasi Kekerasan Sekolah

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:32 WITA

Pelantikan IMBI Mataram, Revitalisasi Organisasi Berbasis Falsafah Maja Labo Dahu

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:05 WITA

Bedah Buku ‘Babad Alas’ di Unram, Wamendagri Bima Arya Ungkap Pesan Kepemimpinan

Lensa Hari Ini

Diskusi Bulanan Departemen Keilmuan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan (IMMASTA) Universitas Islam Indonesia bersama Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) pada Rabu (20/5/2026). Bertempat di STR Barat Lantai 3 UII, diskusi ini mengangkat tema “Reformasi Agraria Antara Mimpi dan Realita” guna mengungkap tuntas dinamika serta tantangan nyata pengelolaan pertanian di Indonesia.

Berita

Pesta Babi, Konflik, dan Mimpi Reformasi Agraria

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:58 WITA