Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga. Ilustrasi: Gemini AI

i

Konsumsi Rokok di NTB Geser Anggaran Protein, Berada di Posisi Tiga Besar Pengeluaran Warga. Ilustrasi: Gemini AI

MATARAMBadan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis laporan terbaru mengenai pola pengeluaran untuk konsumsi penduduk berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

Laporan dalam Volume 10 (2026) tersebut mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita penduduk NTB dalam sebulan mencapai Rp1.402.118. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,79 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada Maret 2024.

Di antara berbagai pos pengeluaran, konsumsi untuk rokok dan tembakau masih menduduki posisi yang sangat signifikan, bahkan mengalahkan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan protein esensial.

Tren Pengeluaran Makanan: Makanan Jadi dan Beras Mendominasi

Secara umum, pergeseran pola konsumsi masyarakat NTB sangat dipengaruhi oleh faktor harga dan inflasi. Berikut adalah peta pengeluaran terbesar masyarakat pada kategori makanan:

  • Peringkat 1: Makanan dan Minuman Jadi

    Menjadi pos pengeluaran terbesar dengan porsi 16,85 persen dari total pengeluaran, atau setara dengan Rp236.266 per bulan. Angka ini terus meningkat dibanding tahun 2023 dan 2024.

  • Peringkat 2: Padi-Padian (Beras)

    Sebagai makanan pokok, pos ini mengambil porsi 8,06 persen pada tahun 2025 (Rp113.010). Angka ini sedikit menurun dibanding tahun 2024 yang sempat menyentuh 9,50 persen akibat dinamika harga pangan.

  • Peringkat 3: Rokok dan Tembakau

    Kelompok ini menempati urutan ketiga tertinggi dalam kategori konsumsi makanan masyarakat NTB.

Sorotan Khusus: Konsumsi Rokok vs Pemenuhan Gizi

Meskipun berada di peringkat ketiga, alokasi anggaran masyarakat untuk rokok dan tembakau memicu perhatian khusus terkait prioritas belanja keluarga.

Statistik Kunci Rokok dan Tembakau (Maret 2025):

  • Rata-rata pengeluaran: Rp79.505 per kapita dalam sebulan.

  • Persentase total: 5,67 persen dari seluruh anggaran belanja bulanan.

  • Perbandingan: Nilai belanja rokok ini tercatat lebih besar dibandingkan pengeluaran masyarakat untuk membeli telur, susu, serta sumber protein hewani lainnya.

Secara tren tahunan, sebenarnya terdapat penurunan nominal belanja rokok sebesar 6,31 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp80.526. Namun, secara keseluruhan, angka ini tetap mendominasi struktur pengeluaran rumah tangga.

Tantangan Pembangunan SDM di NTB

Tingginya porsi pengeluaran untuk rokok dibandingkan dengan komoditas pangan bergizi seperti telur dan susu menjadi indikator penting dalam pembangunan daerah. Keseimbangan antara belanja rokok dan pemenuhan gizi keluarga dinilai menjadi salah satu tantangan nyata bagi penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kebiasaan buruk masyarakat mengonsumsi rokok menjadi tantangan nyata bagi pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam mencukupi kebutuhan gizi agar anak-anak generasi bangsa dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal”, tulis laporan BPS.

Penulis : M. Adib Zata Ilmam, S.Sos., M.Sc

Editor : Redaksi Narasio

Sumber Berita: Badan Pusat Statistik, Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat, Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2025, Volume 10, 2026

Lanjutan Narasi

KKN-PMD Unram Desa Gumantar Gandeng UPTD PPA, Beri Edukasi Cegah Pernikahan Anak di SMPN 3 Kayangan
Goes to School, Cara KPU Lombok Barat Cetak Pemilih Cerdas di Madrasah
OTT Bupati Lombok Barat, Ironi Alumni Retret Magelang
Mahasiswa KKN-PMD Unram dan Kemenkum NTB Dorong Perlindungan HKI untuk UMKM Suela
Pengesahan UU Pusat Finansial Internasional dikebut, IGJ ingatkan ancaman Kedaulatan Ekonomi
Perlindungan Anak dari Kekerasan di Pondok Pesantren
Kebakaran 1.956 Hektare Savana, HMI Bima Desak Evaluasi Total Mitigasi Cagar Biosfer Tambora
Krisis Ketenagakerjaan Pulau Sumbawa: Dompu Catat Pengangguran Tertinggi, Bima Terjebak Kemiskinan Pertanian

Lanjutan Narasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:00 WITA

KKN-PMD Unram Desa Gumantar Gandeng UPTD PPA, Beri Edukasi Cegah Pernikahan Anak di SMPN 3 Kayangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:03 WITA

Goes to School, Cara KPU Lombok Barat Cetak Pemilih Cerdas di Madrasah

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:11 WITA

OTT Bupati Lombok Barat, Ironi Alumni Retret Magelang

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:00 WITA

Mahasiswa KKN-PMD Unram dan Kemenkum NTB Dorong Perlindungan HKI untuk UMKM Suela

Senin, 20 Juli 2026 - 16:00 WITA

Perlindungan Anak dari Kekerasan di Pondok Pesantren

Lensa Hari Ini

mantan Bupati Lalu Ahmad Zaini ditangkap KPK. Foto : Dok. Detik.com

Berita

OTT Bupati Lombok Barat, Ironi Alumni Retret Magelang

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:11 WITA