Potret Korban Kejahatan di NTB: Siapa yang Paling Rentan?

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi AI: Kasus penipuan menjadi jenis kejahatan dengan jumlah korban terbanyak di NTB tahun 2024. Laki-laki tercatat lebih banyak menjadi korban dibandingkan perempuan.

i

Illustrasi AI: Kasus penipuan menjadi jenis kejahatan dengan jumlah korban terbanyak di NTB tahun 2024. Laki-laki tercatat lebih banyak menjadi korban dibandingkan perempuan.

Setiap tindak kejahatan meninggalkan jejak kerugian—baik terhadap badan, jiwa, maupun harta benda. Di balik setiap laporan kasus, selalu ada korban yang terdampak secara fisik, emosional, atau ekonomi. Data terbaru dari Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024 memberikan gambaran menarik tentang siapa saja yang paling sering menjadi korban kejahatan di daerah ini.

Tahun 2024 menjadi periode penuh dinamika bagi keamanan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data Kepolisian Daerah NTB, jumlah peristiwa kejahatan yang dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Beragam jenis kejahatan tercatat di hampir seluruh kabupaten dan kota, mulai dari kejahatan terhadap nyawa hingga penyalahgunaan narkotika.

Laki-Laki Masih Dominan Jadi Korban Kejahatan

Berdasarkan jenis kejahatan, korban laki-laki tercatat lebih banyak dibandingkan korban perempuan di hampir semua kategori.
Namun, ada pengecualian pada beberapa kasus yang secara sosial memang lebih banyak menimpa perempuan, yaitu:

  • Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

  • Perkosaan

  • Pencabulan

  • Persetubuhan terhadap anak

  • Pencurian dengan kekerasan

Sementara itu, untuk kasus penipuan atau perbuatan curang—yang menjadi jenis kejahatan dengan jumlah korban terbanyak di NTB tahun 2024—laki-laki tercatat lebih banyak menjadi korban dibandingkan perempuan.
Kondisi ini menggambarkan bahwa risiko menjadi korban kejahatan masih sangat tinggi bagi kelompok produktif laki-laki yang aktif di sektor ekonomi.

Distribusi Korban Kejahatan di Kabupaten/Kota NTB

Selain jenis kejahatan, sebaran korban juga bisa dilihat menurut wilayah.
Pada tahun 2024, Kota Mataram mencatat jumlah korban kejahatan tertinggi di NTB, mencapai 1.584 orang.
Disusul oleh Kabupaten Lombok Barat dengan 797 korban.

Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan jumlah korban terendah, yakni hanya 46 orang.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa tingkat kriminalitas dan kerentanan penduduk terhadap kejahatan masih sangat bervariasi di tiap wilayah NTB.

Meningkatkan Kesadaran dan Perlindungan Korban

Data tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kejahatan tidak hanya fokus pada pelaku, tetapi juga perlindungan terhadap korban.
Peningkatan literasi hukum, kepekaan sosial, dan sistem pelaporan yang mudah diakses menjadi langkah penting agar korban kejahatan dapat memperoleh keadilan dan perlindungan yang layak.

Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkeadilan bagi semua.

Penulis : Taufan, S.H., M.H

Editor : Redaksi Narasio

Sumber Berita: Statistik Kriminalitas, Volume 9, 2025, BPS NTB

Lanjutan Narasi

Sanksi Denda dan Pemulihan Lingkungan di Indonesia Hanya Jadi Macan Kertas
Pakar Hukum Unram Ungkap Fenomena Politik Hukum Pengakuan Adat: Lombok Utara Berani, Sumbawa dan Bima Masih Enggan
Diskusi Sorot Kamera FHISIP Unram: WALHI Tegaskan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Memenuhi Syarat Konstitutif dan Ekologis
Menyelisik Demistifikasi Subjek Hukum Agraria: Di Antara Janji Konstitusi dan Ancaman Fabrikasi Identitas Adat dalam Kawasan Hutan
Ekonomi NTB dan Rekor MotoGP Mandalika 2026, Pakar Ekonomi Unram Soroti Kepastian Investasi dan Ekosistem Sport Tourism
Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa Kenotariatan UII, IMMASTA Gelar Pelatihan Pembuatan Akta Autentik
Kemenag NTB Dorong Satgas dan Regulasi Ketat: Mampukah Menghentikan Kekerasan Seksual di Pesantren?
Sorot Kamera Unram dan KOHATI HMI Mataram Kupas Kekerasan Seksual di Pesantren, Desak Pencegahan dan Sistem Perlindungan Korban

Lanjutan Narasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:05 WITA

Sanksi Denda dan Pemulihan Lingkungan di Indonesia Hanya Jadi Macan Kertas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WITA

Pakar Hukum Unram Ungkap Fenomena Politik Hukum Pengakuan Adat: Lombok Utara Berani, Sumbawa dan Bima Masih Enggan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Diskusi Sorot Kamera FHISIP Unram: WALHI Tegaskan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Memenuhi Syarat Konstitutif dan Ekologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:30 WITA

Menyelisik Demistifikasi Subjek Hukum Agraria: Di Antara Janji Konstitusi dan Ancaman Fabrikasi Identitas Adat dalam Kawasan Hutan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WITA

Ekonomi NTB dan Rekor MotoGP Mandalika 2026, Pakar Ekonomi Unram Soroti Kepastian Investasi dan Ekosistem Sport Tourism

Lensa Hari Ini