Membangun Ruang Aman dan Partisipasi Setara di Tingkat Desa
Pemerintah Desa Gapuk bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PCNU) Lombok Barat sukses menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Perempuan Penanggung Jawab Keluarga (PUANJAGA) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang dilangsungkan di ruang terbuka organisasi warga ini dirancang khusus untuk menghadirkan tata kelola desa yang inklusif serta responsif terhadap dinamika sosial perempuan kepala keluarga.
Pendekatan dialogis yang diterapkan secara simbolis meruntuhkan sekat hierarkis formal. Hal ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk bersuara, menyampaikan pengalaman, serta merumuskan kebutuhan riil tanpa hambatan struktural.
Penguatan Komunitas Puan Jaga sebagai Wadah Perjuangan Ekonomi
Ketua Lakpesdam PCNU Lombok Barat, Fauzi Aries, SH, menegaskan bahwa komunitas Puan Jaga merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah desa dalam menciptakan ruang aman sekaligus ruang juang bagi seluruh warga.
“Puan Jaga adalah komunitas perempuan yang lahir dari inisiatif Pemerintah Desa untuk menciptakan ruang aman sekaligus ruang juang bagi setiap warganya. Lebih dari sekedar wadah berkumpul, komunitas ini adalah wujud nyata keberpihakan pemdes dalam mendorong keterlibatan bermakna perempuan di lini mulai dari pengambilan segala keputusan politik, penguatan ekonomi kreatif, hingga pelestarian sosial dan budaya yang menjadi akar kehidupan desa,” ujar Fauzi Aries, SH.
Melalui komitmen tersebut, para peserta Musdesus tidak hanya hadir secara fisik, tetapi terlibat aktif sebagai subjek utama dalam merumuskan strategi penguatan ekonomi kreatif dan ketahanan sosial keluarga.
Komitmen Tindak Lanjut Menuju Ketahanan Sosial Berkelanjutan
Keberhasilan Musdesus Perempuan PUANJAGA di Desa Gapuk ditandai dengan perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang kolaboratif. Dokumen ini berfungsi sebagai peta jalan agar setiap program pemberdayaan tepat sasaran dan menjawab akar permasalahan warga rentan.
Lakpesdam PCNU Lombok Barat berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program hingga benar-benar menyentuh keseharian perempuan dan keluarga yang nafkahi mereka. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan desa bukan sekedar pembangunan fisik, melainkan gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan demi mewujudkan desa yang adil dan berkeadilan.
Penulis : Muliatun Anisa
Editor : Redaksi Narasio






