Pemprov NTB Gelar Sosialisasi Desa Berdaya

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemenitah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemrov NTB) menyelenggarakan sosialisasi program unggulan

i

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemenitah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemrov NTB) menyelenggarakan sosialisasi program unggulan "Desa Berdaya" pada kamis (13/11/2025) yang bertempat di Ruang Rapat Geopark Bappeda Provinsi NTB. Foto: Dok. Istimewa

Mataram Narasio.comBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemenitah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemrov NTB) menyelenggarakan sosialisasi program unggulan “Desa Berdaya” pada kamis (13/11/2025) yang bertempat di Ruang Rapat Geopark Bappeda Provinsi NTB.

Program ini merupakan salah satu dari 10 program unggulan daerah guna mewujudkan visi misi NTB Makmur Mendunia. Kegiatan ini melibatkan delapan tim pemerintah Provinsi NTB serta 102 mitra pembangunan yang terdiri dari CSO, NGO, dan Filantropi  dengan tujuan untuk menekan angka kemiskinan di NTB.

Program Desa Berdaya

Dalam acara sosialisasi tersebut, salah satu pemateri perwakilan dari Pemda NTB, Giri Arnama, menyampaikan statistik angka kemiskinan dari tahun 2020 sampai dengan 2025.

Ia juga menegaskan bahwa program Desa Berdaya ini bukan hanya sebuah program semata melainkan sebuah pergerakan.

“Pakgub mencoba mengkolaborasi strategi dalam konteks menurunkan kemiskinan jika kita lihat kemiskinan per kabupaten yang masih tertinggi adalah KLU, dalam konteks desa berdaya ini bukan hanya program melainkan gerakan,”ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa filosofis dari Desa Berdaya merupakan sebuah platform bagi siapa saja yang ingin mengentaskan kemiskinan.

“desa berdaya adalah sebuah platform yang digunakan oleh setiap kita yang begerak dengan tujuan mengentaskan kemiskinan, filosofis utamanya adalah desa berdaya lebih kepada meletakkan kemandirian bagaimana masyrarakat tidak menjadi objek melainkan menjadi subjek dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Tujuan Desa Berdaya

Ia menjelaskan bahwa tujuan dari program Desa Berdaya adalah untuk memastikan potensi  sosial ekonomi berjalan dengan baik sampai dengan mendorong percepatan pengurangan penduduk miskin.

“Memastikan potensi sosial ekonomi desa terkelola dengan baik dan inklusif, modal sosial terjaga, ketahanan pangan terjamin untuk mendoorong percepatan pengurangan penduduk miskin,”katanya.

Ia juga menekankan program ini didasarkan pada kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal, dengan fokus meletakkan fondasi keberlanjutan. Program ini berorientasi pada hasil jangka panjang, mengutamakan keadilan sosial, dan memastikan setiap warga desa memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

“kolaborasi pemerintah,swasta dan komunitas lokal, desa berdaya meletakkan fondasi keberlanjutan berorientasi pada hasil jangka panjang, keadilan sosial, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh,”ujarnya

Dua Pilar Utama Desa Berdaya

Untuk mencapai target ambisius tersebut, program Desa Berdaya dijalankan melalui dua pilar intervensi utama, yaitu Desa Berdaya Transformatif dan Desa Berdaya Tematik.

  • Desa Berdaya Transformatif:

Desa Berdaya tranformatif dipertujukan untuk desa yang miskin ekstrim, lebih fokus lagi rumah tangga miskin ekstrim. Untuk tahap pertama desa berdaya tranformatif di 40 desa miskin ekstrim untuk 2026, yaitu 20 desa usulan kabupaten/kota, 20 desa lainnya adalah cluster pesisir, urban, dan lingkar hutan.

Ia juga menerangkan bahwa ada 144 pendamping yang  akan menjalankan intervensi untuk program Desa Berdaya ini

“Total pendamping 144 pendamping yang dipilih dari proses yang panjang, satu pendamping akan mendampingi maksimal 50 kk miskin ekstrim. Pendekatan yang digunakan adalah graduasi yaitu intervensi dalam jangka waktu tertentu dengan basis bukti, berurutan dan menyeluruh,” terangnya

Intervensi graduasi ini memiliki empat pilar utama dan urutan yaitu perlindungan sosial, pengembangan mata pencaharian, pemberdayaan sosial, dan inklusi keuangan. Elemen kunci dari graduasi mencakup transfer aset, pemenuhan kebutuhan dasar (basic need), dan pendampingan (coaching).

  • Desa Berdaya Tematik:

Ia juga menjelaskan tentang Desa berdaya tematik merupakan pengembangan potensi unggulan  yang dimiliki oleh setiap desa.

“Desa berdaya tematik targetnya adalah wilayah desa yang terdiri dari 1.021 desa dan 145 kelurahan dengan pendekatan yang lebih generik. Desa Berdaya tematik fokus pada pengembangan potensi unggulan wilayah desa.”

Fokus utamanya ada pada pengembangan potensi unggulan wilayah desa. Program ini mengangkat 20 tema berbeda yang disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan lokal masing-masing desa.

Agenda utama yang akan menjadi panduan dalam pelaksanaan kedua pilar ini meliputi penguatan kelembagaan, perencanaan intervensi, pendampingan, pengembalian (revolving), dan keberlanjutan program. Keseluruhan program Desa Berdaya ini juga diarahkan untuk mencapai tujuan SDGs Desa Berdaya.

Program Unggulan dan Fokus Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama,  Kholid turut memberikan pandangan, menekankan bahwa pendidikan harus menjadi perhatian utama.

“Pendidikan yang harus kita utamakan. Bahwa NTB memiliki program unggulan untuk pendidikan 13 tahun, yang terdiri dari 1 tahun untuk pendidikan usia dini dan 12 tahun untuk pendidikan formal,” kata Kholid.

Penulis : Hamzah Fansuri Hidayat

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Workshop Pelestarian Mangrove, Strategi Mitigasi Iklim dan Penguatan Ekonomi Pesisir NTB
Perjanjian Dagang ART Indonesia – Amerika Serikat Ancaman Bagi Kedaulatan dan Kepentingan Nasional
LPW NTB Desak Reformasi Total Polri: Buntut Penangkapan Kapolres Bima Kota Terkait Narkoba
Sosialisasi KPU Lobar, Pendidikan Segmen Pemilih Perempuan
Diskusi KUHAP Baru, Pakar Hukum Unram Soroti Perluasan Alat Bukti dan Potensi Kesewenang-wenangan
Aktivis Hukum Bongkar Bobrok Penegakan Hukum: Ribuan Laporan “Hilang”, Aparat Kebal Sanksi Meski Salah Tangkap
Menuju Regulasi Berkeadilan, Bedah Naskah Akademik Raperda Perlindungan Petani Tembakau NTB
Ketua Lab Hukum Unram Soroti “Fleksibilitas” KUHP Baru: Waspada Ruang Gelap di Tahap Penyelidikan

Lanjutan Narasi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:30 WITA

Workshop Pelestarian Mangrove, Strategi Mitigasi Iklim dan Penguatan Ekonomi Pesisir NTB

Kamis, 26 Februari 2026 - 01:42 WITA

Perjanjian Dagang ART Indonesia – Amerika Serikat Ancaman Bagi Kedaulatan dan Kepentingan Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:00 WITA

LPW NTB Desak Reformasi Total Polri: Buntut Penangkapan Kapolres Bima Kota Terkait Narkoba

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:34 WITA

Diskusi KUHAP Baru, Pakar Hukum Unram Soroti Perluasan Alat Bukti dan Potensi Kesewenang-wenangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Aktivis Hukum Bongkar Bobrok Penegakan Hukum: Ribuan Laporan “Hilang”, Aparat Kebal Sanksi Meski Salah Tangkap

Lensa Hari Ini

Aksi Demonstrasi Jilid 2 oleh LPW NTB dan koalisi organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil (KOMPAK) Tahun 2022 di Mapolda NTB menuntut pengusutan kematian Muardin dan Reformasi Polri. Foto: Dokumen LPW NTB

Opini

Erosi Kepercayaan terhadap Kepolisian dan Pengadilan Publik

Selasa, 24 Feb 2026 - 10:00 WITA