Viral Laki-Laki Berhijab Glowing, Deni Alias Dea Lipa beri Klarifikasi

- Redaksi

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Kiri) Tangkapan layar dari unggahan akun Facebook yang beredar. (Kanan) Kondisi Deni alisa Dea Lipa, Senin (10/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

i

(Kiri) Tangkapan layar dari unggahan akun Facebook yang beredar. (Kanan) Kondisi Deni alisa Dea Lipa, Senin (10/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Mataram, Narasio.comSebuah unggahan foto di media sosial pada Kamis (6/11/2025) mengguncang jagat maya. Beredar gambar yang memperlihatkan sosok perempuan cantik berhijab dengan wajah glowing, ternyata merupakan seorang lelaki yang mengenakan pakaian muslimah. Unggahan itu mengundang berbagai komentar miring netizen hingga beredar luas. Deni alias Dea Lipa yang merupakan sosok dalam foto tersebut, menepis tuduhan yang berkembang dan memberikan klarifikasi pada media ini.

Diketahui sosok tersebut bernama Deni Apriadi Rahman (23), yang akrab disapa Dea Lipa. Bekerja sebagai penata rias. Fotonya beredar luas dengan cepat dan mendapatkan reaksi publik. Salah satu akun Facebook yang aktif membagikan yaitu Diana Arkayanti.

“Dia banci tapi menggunakan hijab, banyak laki-laki tertipu karena tampilannya. Kalau sekilas dilihat memang tidak seperti banci, dia dipuja dan dipuji cantik,” tulis Diana Arkayanti mengutip caption yang menyertai foto tersebut.

Perhatian Media Sosial

Dari unggahan tersebut mendapat banyak perhatian dari beberapa netizen. Ada yang memberikan kesaksian tentang keseharian dari Deni alias Dea Lipa hingga kekhawatiran terhadap perilakunya.

“Tanya orang kampungnya, dia sering terawih sholat eid di saf perempuan dan itu berlangsung bertahun-tahun, saya kenal dia, dia juga temen saya, tapi mau gimana lagi” tulis salah satu komentar.

Diana dalam unggahannya mempertanyakan sikap pemangku adat dan pemuka agama di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, yang dianggap diam saja melihat situasi ini.

Ia bahkan menyebutkan kasus serupa yang dialami fashion stylist ternama Wanda Hara dan selebgram Isa Zega sebagai pembanding, menegaskan bahwa tindakan ini tidak boleh dinormalisasi.

Unggahan itu memicu seruan boikot dan mengajak khalayak luas untuk tidak terus menerus memberikan panggung terhadap hal yang dianggap menyimpang.

Awal Mula 

Saat ditemui media ini pada Senin (10/11/2025), Deni menyatakan mengetahui pemberitaan terhadap dirinya pada kamis (6/11/2025) Pukul 14.00 WITA. Ia mengakui, itu menjadi momen paling pahit dalam hidupnya. Baru saja terbangun dari tidur, Deni menerima kabar dari teman-temannya tentang pemberitaan dirinya yang meledak di media sosial.

“Kabar dari beberapa teman bahwa ada akun seseorang  yang memampang foto saya dengan menyertakan caption yang cukup melukai perasaan saya, keluarga saya, teman-teman terdekat saya”, tuturnya.

Deni juga menanggapi akun FB atas nama Diana Arkayanti yang terus memposting foto, kabar, cerita sepihak yang menurutnya tidak semuanya benar dan merupakan fitnah.

“Saya benar-benar terpukul, stres, tertekan bahkan beberapa kali sempat berpikir untuk melakukan bunuh diri. Saya benar-benar merasa malu, bersalah pada keluarga dan teman-teman  saya karena mereka harus menanggung  hinaan, caci maki, tuduhan  dari netizen atas apa yang merurnpa saya,” keluhnya.

Alami Depresi

Deni mengakui selain menerima  dampak dari fitnah caci maki, ia juga mengalami perundungan yang menyebabkan dirinya benar-benar depresi.

“saya juga menerima kecaman,  teror melalui  DM bahkan komentar langsung,” terangnya.

Menurut keluarganya, Rahmayanti, tindakan itu tidak akan membuat dirinya berubah menjadi lebih baik, justru ia merasa terancam dan dirugikan atas peristiwa  ini.

Deni mempertanyakan akun Facebook yang memposting fotonya.

“Saya tidak  mengenal siapa orang atas nama Diana Arkayanti ini, tidak pernah bertemu apalagi berbicara, dan bagaimana dia sampai  mengetahui kabar atau cerita tentang saya secara sepihak tanpa bertanya terlebih  dahulu bahkan tanpa izin mengambil  foto-foto saya untuk diposting dengan caption yang melukai jiwa saya.

Ia menyayangkan isu ini terus menggelinding dan melabelinya dengan kata tak pantas.

“Ada yang bilang penista agama, kaum sodom. Ribuan lebih foto saya, postingannya di repost oleh pengikutnya, saya benar-benar dihakimi,” sesalnya.

Menyangkal Tuduhan

Deni menyangkal tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya pernah bertunangan dan hampir menikah dengan seorang laki-laki dan memiliki penyakit HIV.

“Terkait tuduhan yang mengatakan saya sudah pernah bertunangan dan hampir menikah dengan seorang laki-laki, itu juga fitnah dan kebohongan.  Saya tidak pernah berkomitmen untuk hubungan serius bahkan berhubungan  badan dengan lelaki, bahkan sampai  pada tuduhan  saya mengidap  HIV.” beber Deni.

Deni juga menepis beberapa tuduhan yang mengarah padanya yang menyatakan bahwa dirinya mengenakan mukenah, masuk ke tempat ibadah (masjid) dan melakukan  sholat led dan Tarawih berjamaah dibarisan shaf perempuan.

“Atas beberapa tuduhan  dan fitnah yang mengatakan saya mengenakan  mukenah, masuk ke tempat ibadah (masjid) dan melakukan  sholat led dan Tarawih berjamaah, berbaur dengan shaf perempuan, itu sama sekali tidak benar, dan saya melawan fitnah atas saya,” kata Deni.

Ia berharap mendapatkan setitik harapan agar ada cara yang lebih baik digunakan untuk merangkulnya dan orang-orang yang sama seperti dirinya.

“Saya berharap ada setitik cahaya, harapan agar saya, bahkan mungkin  ada teman teman  yang merasakan  hal yang sama seperti saya akan ada cara yang lebih bijak, lebih baik untuk merangkul  kami. Sebab kita sama-sama  manusia yang juga lahir dari rahim seorang ibu, memiliki keluarga yang juga membimbing dan mendoakan  kami untuk menjadi  lebih baik dan menajdi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Tanggapan Keluarga

Pihak keluarga Deni, Rahmayati, ikut memberikan tanggapan terhadap tuduhan netizen dan kondisi yang menimpa Deni.

“Deni memang menggunakan mukena namun tidak sampai sholat di mesjid, ia cuma duduk di warung depan setelah ditanya ke beberapa orang yang komentar di medsos jawaban mereka hanya dapat isu saja namun tidak pernah menyaksikan langsung”, urainya.

Rahmayanti juga menyampaikan kondisi Deni beberapa hari yang tertekan dan ingin mengakhiri hidupnya.

“Sudah dua kali dia sampai bilang ingin bunuh diri,” katanya.

Harapan Deni alias Dea Lipa

Saat ini, Deni berada dalam kondisi tertekan dan mendapatkan pendampingan dari keluarganya. Di tengah badai fitnah dan kehilangan pekerjaan, Deni hanya menyampaikan satu harapannya ingin kembali merasa aman dan dapat bekerja seperti sedia kala tanpa  adanya rasa takut dan tertekan.

Rahmayanti, selaku keluarga berharap semua tuduhan dan anggapan yang mengarah pada Deni, seperti komentar dari netizen yang menyatakan dirinya merasa tertipu baiknya dilaporkan kepada pihak yang berwajib agar tidak berkepanjangan dan menambah cerita yang tidak benar.

“Biar tidak berkembang tuduhan dan anggapan yang keliru terhadap Deni silahkan langsung dilaporkan kepada pihak  berwajib,” pungkasnya.

  • Artikel ini akan diperbarui secara berkala

Penulis : Hamzah Fansuri Hidayat, S.H.

Editor : Redaksi Narasio

Lanjutan Narasi

Workshop Pelestarian Mangrove, Strategi Mitigasi Iklim dan Penguatan Ekonomi Pesisir NTB
Perjanjian Dagang ART Indonesia – Amerika Serikat Ancaman Bagi Kedaulatan dan Kepentingan Nasional
LPW NTB Desak Reformasi Total Polri: Buntut Penangkapan Kapolres Bima Kota Terkait Narkoba
Sosialisasi KPU Lobar, Pendidikan Segmen Pemilih Perempuan
Diskusi KUHAP Baru, Pakar Hukum Unram Soroti Perluasan Alat Bukti dan Potensi Kesewenang-wenangan
Aktivis Hukum Bongkar Bobrok Penegakan Hukum: Ribuan Laporan “Hilang”, Aparat Kebal Sanksi Meski Salah Tangkap
Menuju Regulasi Berkeadilan, Bedah Naskah Akademik Raperda Perlindungan Petani Tembakau NTB
Ketua Lab Hukum Unram Soroti “Fleksibilitas” KUHP Baru: Waspada Ruang Gelap di Tahap Penyelidikan

Lanjutan Narasi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:30 WITA

Workshop Pelestarian Mangrove, Strategi Mitigasi Iklim dan Penguatan Ekonomi Pesisir NTB

Kamis, 26 Februari 2026 - 01:42 WITA

Perjanjian Dagang ART Indonesia – Amerika Serikat Ancaman Bagi Kedaulatan dan Kepentingan Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:00 WITA

LPW NTB Desak Reformasi Total Polri: Buntut Penangkapan Kapolres Bima Kota Terkait Narkoba

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:34 WITA

Diskusi KUHAP Baru, Pakar Hukum Unram Soroti Perluasan Alat Bukti dan Potensi Kesewenang-wenangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Aktivis Hukum Bongkar Bobrok Penegakan Hukum: Ribuan Laporan “Hilang”, Aparat Kebal Sanksi Meski Salah Tangkap

Lensa Hari Ini

Aksi Demonstrasi Jilid 2 oleh LPW NTB dan koalisi organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil (KOMPAK) Tahun 2022 di Mapolda NTB menuntut pengusutan kematian Muardin dan Reformasi Polri. Foto: Dokumen LPW NTB

Opini

Erosi Kepercayaan terhadap Kepolisian dan Pengadilan Publik

Selasa, 24 Feb 2026 - 10:00 WITA