Statistik Penduduk NTB: Sebaran Wilayah, Rasio Gender, dan Peluang Bonus Demografi

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Statistik Penduduk NTB Sebaran Wilayah, Rasio Gender, dan Peluang Bonus Demografi

i

Ilustrasi: Statistik Penduduk NTB Sebaran Wilayah, Rasio Gender, dan Peluang Bonus Demografi

Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis data strategis terkait kondisi kependudukan di provinsi tersebut. Berdasarkan laporan “Statistik Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025” Volume 15, tercatat dinamika kependudukan yang menarik untuk dicermati, mulai dari ketimpangan kepadatan antarwilayah hingga peluang emas bonus demografi yang sedang berlangsung.

Data menunjukkan bahwa total jumlah penduduk NTB pada tahun 2024 mencapai 5,65 juta jiwa. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan dan persebaran yang menjadi dasar penting bagi perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Sebaran Penduduk: Lombok Timur Terpadat, Sumbawa Barat Paling Lengang

Distribusi penduduk di Nusa Tenggara Barat menunjukkan variasi yang signifikan antar kabupaten/kota. Kabupaten Lombok Timur masih memegang posisi sebagai wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar. Tercatat, Lombok Timur memiliki populasi sebanyak 1,42 juta jiwa. Besarnya angka ini menuntut perhatian lebih dalam hal penyediaan layanan publik dasar dan infrastruktur.

Di sisi lain spektrum, Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan jumlah penduduk paling sedikit, yakni hanya 156 ribu jiwa. Perbedaan jumlah populasi yang tajam ini tentu membawa implikasi berbeda dalam pengelolaan tata ruang dan alokasi anggaran daerah.

Disparitas Kepadatan Penduduk dan Implikasinya

Selain jumlah total, indikator kepadatan penduduk (jumlah penduduk per kilometer persegi) juga menjadi sorotan utama dalam laporan BPS tahun ini. Kepadatan penduduk memiliki korelasi langsung terhadap aspek sosial, ekonomi, hingga daya dukung lingkungan.

Kota Mataram, sebagai ibu kota provinsi dan pusat ekonomi, mencatat kepadatan penduduk tertinggi yang sangat masif, yakni mencapai 7.365 jiwa/km². Tingginya kepadatan ini mencerminkan tingginya aktivitas urban, namun juga membawa tantangan tersendiri seperti kemacetan dan kebutuhan ruang hunian.

Sebaliknya, kepadatan penduduk terendah berada di Kabupaten Sumbawa dengan angka 81 jiwa/km². Rendahnya kepadatan di Sumbawa menandakan masih luasnya ketersediaan lahan yang potensial untuk pengembangan sektor pertanian atau industri yang membutuhkan lahan luas, namun juga tantangan dalam pemerataan akses infrastruktur ke wilayah terpencil.

Profil Gender: Laki-laki Lebih Mendominasi

Melihat komposisi berdasarkan jenis kelamin, BPS menggunakan indikator Sex Ratio. Pada tahun 2024, Sex Ratio Provinsi NTB berada di angka 100,70. Angka ini mengindikasikan bahwa secara umum, jumlah penduduk laki-laki di NTB sedikit lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan.

Namun, tren ini tidak merata di seluruh wilayah. Terdapat tiga wilayah administratif yang memiliki Sex Ratio di bawah 100, yang artinya penduduk perempuan justru lebih banyak daripada laki-laki. Wilayah tersebut adalah:

  • Kabupaten Sumbawa

  • Kota Mataram

  • Kota Bima

Bonus Demografi dan Rasio Ketergantungan

Salah satu poin krusial dalam laporan ini adalah posisi NTB dalam menyongsong Bonus Demografi. Provinsi NTB diprediksi mencapai puncak bonus demografi—di mana persentase penduduk usia produktif mencapai titik tertinggi—pada rentang tahun 2020 hingga 2035.

Indikator keberhasilan pemanfaatan bonus demografi ini dapat dilihat dari Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio). Rasio ini mengukur beban yang ditanggung oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan di atas 65 tahun).

Pada tahun 2024, Rasio Ketergantungan NTB adalah 48,86. Artinya, setiap 100 orang penduduk usia produktif di NTB menanggung beban ekonomi sekitar 48 hingga 49 orang penduduk usia tidak produktif. Angka di bawah 50 ini tergolong rendah dan merupakan indikator positif (“jendela peluang”) bagi ekonomi daerah.

Jika dibedah lebih dalam berdasarkan gender, penduduk laki-laki menanggung beban ketergantungan yang sedikit lebih besar (49,16) dibandingkan penduduk perempuan (48,56).

Kesimpulan

Data kependudukan NTB tahun 2024 ini memberikan gambaran jelas mengenai potensi dan tantangan daerah. Momen puncak bonus demografi yang sedang berlangsung saat ini memerlukan persiapan matang dan strategi eksekusi yang tepat dari pemerintah serta masyarakat. Jika dikelola dengan baik, rendahnya rasio ketergantungan ini dapat menjadi katalisator percepatan pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.


Sumber Data: Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat, Statistik Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025, Volume 15, 2025.

Penulis : M. Adib Zata Ilmam, S.Sos., M.Sc

Editor : Redaksi Narasio

Sumber Berita: Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat, Statistik Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025, Volume 15, 2025

Lanjutan Narasi

Polemik KONI NTB: Pengguguran Calon Dinilai Tak Sah dan Uang Pendaftaran Berisiko Pidana
Covered with Night, Kolonialisme dan Pelajaran Keadilan Adat bagi Indonesia
Sidang Pidana ITE dan PDP di PN Raba Bima, 3 Ahli Tegaskan Perbuatan Badai NTB Tidak Melanggar Hukum
Dr. Muhaimin: Kurikulum Hukum S1 Harus Reduksi Mata Kuliah Umum, Perkuat Keterampilan Praktis dan Integritas
UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM
Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal
Jawab Tantangan Dunia Kerja, PERADI SAI dan FHISIP Unram Dorong Mata Kuliah Advokat Masuk Jenjang S1
Pidato Paripurna Prof. Rodliyah: Hukum Pidana dan Perlindungan Perempuan

Lanjutan Narasi

Rabu, 16 September 2026 - 17:34 WITA

Polemik KONI NTB: Pengguguran Calon Dinilai Tak Sah dan Uang Pendaftaran Berisiko Pidana

Selasa, 15 September 2026 - 08:30 WITA

Covered with Night, Kolonialisme dan Pelajaran Keadilan Adat bagi Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 10:15 WITA

Sidang Pidana ITE dan PDP di PN Raba Bima, 3 Ahli Tegaskan Perbuatan Badai NTB Tidak Melanggar Hukum

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:21 WITA

UNW Mataram Gelar Workshop Kesehatan Mental untuk Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas STEM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:45 WITA

Pasca-Kebakaran Desa Adat Sade, Evi Apita Maya Tekankan Pemulihan Sejarah dan Ekosistem Ekonomi Lokal

Lensa Hari Ini