Kota Mataram 2025: Data Kependudukan, Ekonomi, hingga Kriminalitas

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Mataram Metro yang terletak di Bundaran Jalan Lingkar Selatan Mataram sebagai pintu masuk wilayah Kota Mataram.  Foto: Dok. Istimewa

i

Tugu Mataram Metro yang terletak di Bundaran Jalan Lingkar Selatan Mataram sebagai pintu masuk wilayah Kota Mataram. Foto: Dok. Istimewa

MATARAM – Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) “Kota Mataram Dalam Angka Tahun 2025” dan “Statistik Kriminalitas Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024 Volume 9, 2025” memberikan gambaran kondisi Kota Mataram. Laporan ini memotret kondisi terkini Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencakup aspek geografi, kependudukan, ekonomi, hingga angka kriminalitas.

Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Kota Mataram dengan luas wilayah 60,30 km² yang terbagi dalam 6 kecamatan, terus menunjukkan dinamika pembangunan yang signifikan. Berikut adalah rangkuman data strategis berdasarkan laporan BPS tersebut.

1. Demografi dan Kualitas Manusia

Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk Kota Mataram tercatat sebanyak 434.331 jiwa. Kecamatan Ampenan menjadi wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi, mencapai 9.406 jiwa per kilometer persegi.

Rasio jenis kelamin di kota ini berada di angka 99,7 persen, yang berarti jumlah penduduk perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Prestasi membanggakan terlihat pada sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mataram menempati urutan pertama di NTB dengan skor 81,64, mengungguli Kota Bima (78,91) dan Kabupaten Sumbawa Barat (75,52). Hal ini didukung oleh fasilitas pendidikan yang memadai dan layanan kesehatan yang mencakup 16 rumah sakit serta 11 Puskesmas.

2. Ekonomi: Inflasi Turun, Investasi Perdagangan Naik

Stabilitas ekonomi makro Kota Mataram menunjukkan tren positif. Laju inflasi tahunan berhasil ditekan dari 3,04 persen menjadi 1,92 persen pada tahun 2024.

Realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada tahun 2024 didominasi oleh dua sektor utama:

  • Sektor Perdagangan dan Reparasi: Rp388,12 miliar.

  • Sektor Listrik, Gas, dan Air: Rp251,55 miliar.

Namun, dari sisi pengeluaran per kapita, terjadi pergeseran pola konsumsi. Pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga menurun menjadi Rp431.018 per bulan, disusul oleh komoditas makanan dan minuman jadi.

3. Pariwisata Kembali Menggeliat

Sektor pariwisata menunjukkan pemulihan yang kuat. Total kunjungan wisatawan ke Kota Mataram meningkat signifikan dari 568.505 orang menjadi 730.685 orang pada tahun 2024.

  • Wisatawan Domestik: 710.860 orang.

  • Wisatawan Asing: 19.825 orang.

Peningkatan ini didukung oleh keberadaan 149 hotel yang beroperasi di kota ini, yang menyerap 2.188 tenaga kerja.

4. Infrastruktur dan Transportasi

Untuk mobilitas warga, sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama dengan persentase penggunaan sebesar 74,51 persen. Menariknya, penggunaan mobil pribadi mengalami kenaikan dari 13,55 persen menjadi 16,67 persen.

Terkait infrastruktur jalan, BPS mencatat kondisi jalan dalam keadaan “baik” sepanjang 309,59 km. Namun, angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jalan dengan kondisi rusak dan rusak berat masing-masing tercatat sebesar 4,11 persen dan 3,30 persen.

5. Statistik Kriminalitas: Tren Menurun di Mataram

Berbeda dengan tren regional NTB yang mencatat kenaikan total laporan kejahatan (crime total), Kota Mataram justru mencatatkan penurunan angka kriminalitas.

  • Tahun 2023: 1.163 kasus.

  • Tahun 2024: 984 kasus (Menurun).

Meski demikian, kategori kejahatan terhadap keamanan publik dan negara (termasuk kecelakaan lalu lintas, sajam, dan bahan peledak) masih cukup tinggi di Kota Mataram dengan 570 laporan, angka tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB.

Secara umum di wilayah Polda NTB, kasus kecelakaan lalu lintas mendominasi laporan tahun 2024 (2.204 kasus), disusul oleh narkotika (842 kasus) dan pencurian dengan pemberatan (750 kasus).

6. Pertanian dan Pangan

Meski merupakan wilayah perkotaan, Mataram masih memiliki produksi pangan yang tercatat:

  • Sayuran: Petsai/Sawi mendominasi dengan produksi 6.638 kuintal.

  • Peternakan: Didominasi oleh kambing (2.401 ekor) dan ayam kampung (56.055 ekor).

  • Perikanan: Ikan tongkol menjadi komoditas utama dengan hasil tangkap 1.284,19 ton.

(Sumber: BPS Kota Mataram, Mataram Dalam Angka 2025; BPS NTB, Statistik Kriminalitas Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024 Volume 9, 2025)

Penulis : M. Adib Zata Ilmam, S.Sos., M.Sc

Editor : Redaksi Narasio

Sumber Berita: Badan Pusat Statistik, Kota Mataram Dalam Angka 2025, Statistik Kriminalitas Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024 Volume 9, 2025

Lanjutan Narasi

Permohonan Praperadilan Badai NTB Ditolak, Koalisi Aktivis Sebut Hakim Abaikan Kepastian Hukum
Pemberi dan Penerima Suap “Korupsi Dana Siluman”, Akademisi Unram: Ada Keterlibatan Pihak Lain
Kapolres Bima Dinilai Tak Patuh, Mangkir Sidang Perdana Praperadilan Badai NTB
IGJ Ingatkan RI Soal Moratorium Permanen E-Commerce WTO, Indonesia Terancam Kehilangan Pendapatan Bea Masuk
Gerakan Koalisi Rakyat Anti Narkoba, Pemuda Ambalawi Deklarasi dan Tanda Tangan Komitmen Bersama
Menembus Batas Kaku Hukum: Ikhtiar Kolektif Ambalawi Melawan “Gurita” Narkoba
Penetapan Tersangka Badai NTB, Koalisi Aktivis Lawan Kapolres Bima di Praperadilan
Pakar Hukum UI: Indonesia Harus Fokus Sektor Unggulan, Jangan Coba Jadi Segalanya

Lanjutan Narasi

Sabtu, 11 April 2026 - 21:45 WITA

Permohonan Praperadilan Badai NTB Ditolak, Koalisi Aktivis Sebut Hakim Abaikan Kepastian Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 19:48 WITA

Pemberi dan Penerima Suap “Korupsi Dana Siluman”, Akademisi Unram: Ada Keterlibatan Pihak Lain

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WITA

Kapolres Bima Dinilai Tak Patuh, Mangkir Sidang Perdana Praperadilan Badai NTB

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:30 WITA

Gerakan Koalisi Rakyat Anti Narkoba, Pemuda Ambalawi Deklarasi dan Tanda Tangan Komitmen Bersama

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:17 WITA

Menembus Batas Kaku Hukum: Ikhtiar Kolektif Ambalawi Melawan “Gurita” Narkoba

Lensa Hari Ini

David Putra Pratama, S.H. , Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Mataram. Foto : Dok. Istimewa

Opini

Suap Bukan Hutang, Oknum 15 Anggota DPRD NTB Layak Diusut

Kamis, 16 Apr 2026 - 18:45 WITA

Ilustrasi : Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Narkotika di Indonesia

Pendapat Hukum

Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Narkotika di Indonesia

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:32 WITA